kanker-payudara2-710x150

Kanker Payudara merupakan momok yang menakutkan bagi semua wanita. Apalagi banyak kasus menunjukkan bahwa kanker yang menyerang bagian tubuh yang menentukan keindahan wanita ini selalu berujung pada operasi pengangkatan payudara.

Seperti yang dialami oleh Ibu Priska, salah seorang pasien Klinik Herbal Jeng Ana, beberapa tahun lalu. Perempuan paruh baya ini menuturkan pengalamannya dalam acara ‘Medika’ Natura’  bersama Jeng Ana, beberapa waktu lalu. Berikut ini kesaksian Ibu Priska:

“Sekitar bulan Oktober 2008, saya merasakan sakit pada bagian payudara sebelah kanan. Karena takut terjadi sesuatu, maka saya melakukan pemeriksaan ke laboratorium.

Hasilnya sangat mengejutkan, karena hasil lab menunjukkan bahwa ada benjolan kanker berukuran 6 x 8 pada payudara kanan saya. Padahal semula saya tidak pernah merasakan sakit apa-apa. Tetapi memang waktu itu ada yang aneh, karena anak saya tidak mau menyusu di payudara saya yang sebelah kanan.

Tentu saja saya stres begitu tahu kalau ada kanker di payudara saya. Karena itu pada januari 2009, saya pergi ke dokter untuk melakukan pengobatan. Dokter kemudian mengatakan bahwa pengobatan penyakit saya hanya bisa dilakukan melalui operasi.

Saya tidak langsung memenuhi saran dokter itu, karena saya takut operasi. Saya berusaha untuk mencari pengobatan tanpa harus melalui operasi.

Nah, secara kebetulan saya waktu itu menonton siaran Jeng Ana di Jak TV, membahas soal penyakit khusus wanita. Dari situ, saya langsung datang ke klinik Jeng Ana untuk konsultasi dan kemudian mengikuti terapi.

Tahap pertama, saya mengambil paket dua bulan. Seketika itu, dampaknya langsung terasa. Sebelum paket pertama habis, badan rasanya sudah mulai segar kembali. Bila semula selalu dihinggapi rasa takut akibat kanker, tetapi sejak saat itu rasa takut mulai mereda.

Karena ingin sembuh, saya terus melanjutkan terapi di Klinik Jeng Ana. Hasilnya terlihat sangat drastis ketika sudah menjalani tiga paket terapi. Ketika saya lakukan pengecekan ke lab, kanker yanag semula ukurannya 6×8 itu mengecil menjadi 1 x 2,5 saja.

Keadaan ini membuat saya semakin optimis akan kesembuhan kanker payudara saya, sehingga melanjutkan terapi dengan mengambil dua paket lagi agar kanker sembuh total.

Hasilnya memang luar biasa. Ketika dua paket terapi habis, kanker payudara yang saya derita itu sembuh total. Benjolan itu sudah tidak ada. Ketika diperiksa di lab, benjolan itu sudah berubah menjadi seperti akar kering. Doker yang semula menyarankan saya untuk operasi itu bingung ketika melihat kesembuhan saya.”

 


++++

Artikel terkait...