Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi.

Kerusakan organ target akibat komplikasi Hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah dan lamanya kondisi tekanan darah yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Gangguan kesehatan ini dominan menghantui kaum wanita.

“Terutama sekali ketika di atas usia 50 tahun, insiden hipertensi pada kaum hawa meningkat lebih cepat bahkan bisa mencapai 60 persen karena faktor hormon estrogen yang berkurang,” jelas Jeng Ana.

Disamping disebabkan kanker, tekanan darah merupakan penyebab utama kematian kaum wanita di dunia.

”Semua organ yang memiliki pembuluh darah akan dirusak oleh hipertensi seperti otak,” kata Jeng Ana.

Menurutnya, organ-organ tubuh yang potensial terganggu fungsinya diakibatkan oleh hipertensi antara lain otak, mata, jantung dan ginjal hingga demensia atau penurunan kemampuan otak untuk berpikir, mengingat, dan berkomunikasi akibat kematian sel-sel otak..

Penanganan hipertensi sendiri, tambah dia, bisa dilakukan dengan mengubah pola hidup, membatasi konsumsi garam, mengonsumsi obat-obatan anti hipertensi dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Namun demikian, bagi mereka yang lebih mempercayakan upaya pengobatan secara alami tanpa efek samping, maka salah satu herbal yang dapat dipilih adalah daun salam.

Daun salam memiliki mineral yang dapat memperlancar aliran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah tinggi, sangat cocok untuk dijadikan obat tradisional darah tinggi. Cara membuatnya pun sangat sederhana.

“Anda hanya perlu merebus 10 lembar daun salam dengan tiga gelas air, dan biarkan air rebusan tersebut tersisa hingga 1 gelas. Bisa juga ditambahkan dengan sambiloto agar khasiatnya lebih manjur,” jelas Jeng Ana.

Sebagai sesama wanita, Jeng Ana tak lupa mengingatkan kepada seluruh kaum Hawa agar jangan membiarkan hipertensi merenggut kualitas dan kesempatan hidup lebih indah.

“Terapkan gaya hidup sehat sekarang juga, agar risiko penyakit ini dapat ditekan sekecil-kecilnya. Hal ini tidak hanya berlaku pada wanita, tapi juga pria,” tegasnya.

Salam sehat…!


++++

Artikel terkait...