Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


hiperhidrosis_palmar-710x150

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Jeng ana, saya mau nanya. Saya dari kecil sudah terkena penyakit hiperhidrosis, yakni pada telapak tangan saya selalu mengalami pembasahan atau bisa di sebut keringat berlebihan.

Menurut orang-orang sih katanya wajar, dan tidak masalah. Dan memang saya pun pernah check up ke dokter mengenai penyakit dalam. Ternyata apa yang di katakan dokter sama hal nya dengan orang-orang. Kata dokter, saya tidak apa-apa, bahkan secara over all sehat-sehat saja. Namun kata dokter, biasanya hiperhidrosis di karenakan jantung lemah.

Yang saya ingin tanyakan, bisa gak kebiasaan saya ini (penyakit saya ini) sembuh ? Masalahnya saya ini masih pelajar, dan apabila saya lagi menulis, sangat mengganggu karena keringatnya suka mengalir atau membasahi kertas (buku). Apalagi ketika saya Ujian SLTP, ribet banged jeng karena harus bawa lap tangan segala. Dan anehnya walaupun sudah bawa lap tangan, tetapi tetap saja telapak tangan saya berkeringat.

Saya ingin ujian SLTA nanti, penyakit saya ini sudah hilang (sembuh). Amiiin. Menurut Jeng Ana bagaiman cara mengatasi penyakit ini? Mohon di jawab ya. Terimakasih 🙂

Dry Dho Rhoma
drydhorhomantizzz@yahoo.co.id

JAWAB:

Wa’alaikum Salam.

Benar yang adik katakan, bahwa hiperhidrosis adalah kondisi dimana seseorang dapat memproduksi keringat lebih banyak dari kebutuhan fisiologis tubuh dan tidak disebabkan oleh masalah medis lainnya atau efek samping dari penggunaan obat kimia. Kondisi ini tentu sangat megganggu seperti Anda rasakan. Karena seseorang yang mengalami hiperhidrosis dapat memproduksi keringat kapan saja di area tubuh tertentu seperti ketiak, telapak tangan, wajah, kulit kepala, kaki dan di dada.

Dalam sejumlah kasus, hiperhidrolisis tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, seperti infeksi jamur dan bakteri, tetapi juga dapat mengganggu psikologis dan emosional penderitanya.

Memang banyak rumor yang mengaitkan bahwa keringat berlebih merupakan suatu tanda bahwa seseorang mengidap lemah jantung. Namun hal ini ternyata tidak bisa disimpulkan sebagai gejala utama seperti yang dikatakan banyak orang. Sebab keringat berlebih yang disebabkan lemah jantung biasanya diawali dengan gejala seperti nyeri dada sebelah kiri yang spesifik, sesak nafas, atau dada yang berdebar-debar. Oleh karena itu tidak perlu khawatir atau langsung mengambil kesimpulan bahwa keringat berlebih adalah tanda kelainan jantung.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab hiperhidrosis. Namun menurut Dee Anna Glaser, profesor dermatologi dari Saint Louis University School of Medicine, penyebab hiperhidrosis adalah gangguan sinyal pada otak sehingga otak memerintahkan kelenjar untuk memproduksi keringat ketika tidak dibutuhkan.

Cara yang paling mudah dan aman untuk mengatasi masalah keringat berlebih adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup yang meliputi pemilihan pakaian. Tidak dianjurkan untuk mengenakan pakaian ketat, berbahan nilon, polyester, atau wool (kecuali pada suhu dingin), dan juga topi. Untuk bagian wajah, mungkin dapat menggunakan bedak bayi dengan cara ditaburkan merata dan tipis. Selain itu, untuk hiperhidrosis yang disebabkan oleh stres, ada baiknya si penderita belajar mengelola emosinya.

Disamping itu, sejumlah ramuan tradisional juga diyakini mampu mengatasi persoalan ini. Misalnya ramuan jamu tradisional, seperti daun beluntas dan kunyit asem.

Sedangkan secara medis, saat ini sering juga digunakan teknik iontoforesis, yaitu pemberian rangsang listrik pada kulit sehingga mengganggu kerja kelenjar keringat. Hanya saja, keterbatasan metode ini adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk terapi serta efek samping berupa iritasi kulit, rasa kering, sampai pengelupasan kulit.

Pilihan lain adalah dengan melakukan injeksi botox pada daerah yang sering mengeluarkan keringat. Botox ini sendiri merupukan ekstrak dari racun botolinum (botolinum toxic) yang awalnya digunakan untuk mencegah kerutan pada kulit. Karena botox bekerja dengan melumpuhkan saraf, maka digunakan untuk melumpuhkan saraf yang berpengaruh pada produksi keringat.

Semoga jawaban ini membantu adik, sehingga dalam menghadapi ujian nanti bisa lebih tenang dan nyaman. Amin


++++

Artikel terkait...