Hindari Gangguan Kesehatan di Musim Penghujan
Jeng Ana Sarankan Konsumsi Jahe
Musim Penghujan (Sumber gambar medaninside.com)

Jahe sudah dikenal selama ribuan tahun sebagai rempah yang punya banyak manfaat. Selain diolah menjadi jamu atau ke dalam masakan, jahe juga bisa diminum airnya untuk mengobati berbagai keluhan kesehatan. Terlebih di musim hujan atau cuaca ekstrim seperti sekarang ini.

“Jahe adalah herbal yang menjadi sumber antioksidan tinggi yang berpotensi melindungi tubuh kita dari efek buruk radikal bebas. Harus rajin konsumi jahe. Terutama sata sarankan, konsumsi jahe di musim cuaca ekstrim seperti sekarang ini,” kata Jeng Ana, herbalis berjuluk Ratu Herbal Indonesia.

Tubuh kita bisa mendapatkan radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, ozon, asap rokok, polusi udara dari asap knalpot, bahan kimia industri, serta makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Radikal bebas ditengarai menjadi faktor risiko dari berbagai penyakit kronis seperti tumor, kanker dan penyakit jantung.

“Meminum air jahe secara teratur juga bisa mencegah atau memperlambat gagal ginjal,” tambah Jeng Ana.

Lebih jauh dia menambahkan, bagi penderita kanker, jahe berguna untuk meredakan mual yang muncul saat mengkonsumsi obat kanker.
Wedang Jahe (Sumber gambar titiknol.co.id)

Sebagai salah satu jenis herbal tertua di muka bumi, dalam peradaban Islam, jahe bahkan termasuk satu dari sekian tanaman yang diabadikan dalam Al Quran.

Hal ini sebagaimana termaktub dalam Quran surat Al-Insan ayat 17, dimana Allah SWT berfirman yang artinya,
”Dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.”

Bahkan, seperti diungkap oleh Abu Nu’aim dalam ath-Thibb an-Nabawi, Rasulullah SAW sangat suka mendapatkan hadiah satu bejana jahe dari Raja Romawi.

“Jahe berfungsi untuk mengembalikan metabolisme tubuh, memberikan efek kehangatan, penangkal masuk angin, dan lainnya. Karena itu konsumsi jahe di musim penghujan sangat besar manfaatnya untuk kesehatan,” tanda herbalis berwajah kemayu itu.

Apa yang dikatakan Jeng Ana sejalan dengan penjelasan Ibnu Masawih, seorang tabib atau farmakolog dan penerjemah di bidang kedokteran pada awal Islam (wafat tahun 243 H). Menurutnya, jahe berguna bagi gangguan hati akibat cuaca panas ataupun dingin, mampu meningkatkan vitalitas pria dan mengobati gastritis pada lambung dan usus.

“Penting saya ingatkan, jahe tidak bisa digunakan dalam bentuk bubuk karena dapat menimbulkan terjadinya radang pada kerongkongan ataupun lambung,” jelas Jeng Ana lagi.

Lebih jauh dia menambahkan, bagi penderita kanker, jahe berguna untuk meredakan mual yang muncul saat mengkonsumsi obat kanker.

“Sifat antiradang dalam jahe juga dapat mencegah komplikasi diabetes, seperti retinopati, penyakit jantung, dan stroke. Akan lebih bagus khasiatnya kalau air jahe dicampur dengan bubuk atau direndam dengan kayu manis,” tambah wanita tinggi semampai itu menutup bincang-bincang santainya. (*)


++++

Artikel terkait...