Jeng Ana Mantapkan Eksistensi Penyembuhan Herbal Di Jawa Timur

Foto Herbal Jeng Ana Sidoarjo

Di tengah serbuan metode pengobatan modern, masyarakat Indonesia masih tetap percaya pada resep penyembuhan alamiah. Salah satunya penyembuhan dengan herbal. Hal ini juga bisa dilihat dari masih banyaknya tukang jamu keliling atau berbagai produk obat herbal yang beredar di pasaran.

Tingginya minat penyembuhan herbal di Jawa Timur terbukti juga dari eksistensi praktek Herbal Jeng Ana. Setidaknya sudah lebih 7 tahun masyarakat Surabaya dan sekitarnya bisa menikmati layanan jasa penyembuhan Herbal Jeng Ana.

Mengingat semakin tingginya animo masyarakat terhadap penyembuhan herbal, pusat layanan kesehatan alternatif yang digawangi oleh Jeng Ana ini pun menggeser lokasi prakteknya ke Sidoarjo. Disamping untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, kepindahan ke Sidoarjo juga karena pertimbangan tempat yang jauh lebih memadai.

“Dengan tempat yang lebih representatif kami berharap bisa memberikan kenyamanan kepada para pasien,” kata Jeng Ana saat pembukaan tempat praktek di Sidoarjo Selasa (20/11).

Selama ini Jeng Ana dikenal sebagai icon pengobatan herbal untuk kanker, khususnya kanker payudara dan kanker serviks. Karena itu layanan Herbal Jeng Ana banyak dipilih sebagian kaum Hawa. Dibandingkan pengobatan medis, biaya pengobatan menggunakan bahan herbal ini memang jauh lebih murah. Disamping itu juga tidak memiliki efek samping yang membahayakan.

Dalam acara pembukaan Herbal Jeng Ana di Sidoarjo, beberapa mantan pasien khususnya kaum ibu yang telah terbebas dari rongrongan penyakitnya, turut menyempatkan diri hadir. Acarapun semakin gayeng ketika mereka satu persatu memberikan kesaksian proses penyembuhan penyakitnya.

Jeng Ana Mantapkan Eksistensi Penyembuhan Herbal Di Jawa Timur

Dokumentasi Herbal Jeng Ana

Salah satu testimoni yang paling menarik dituturkan Ibu Aida Hubaedah (43). Pengidap kanker payudara stadium 4 ini mengaku sembuh setelah mengkonsumsi 3 paket racikan herbal Jeng Ana.

Padahal seperti diketahui, kanker payudara stadium 4 adalah stadium paling serius karena sebagian besar sel kanker sudah bermetastatis alias menyebar ke bagian tubuh lain. Namun, berkat komitmennya mengkonsumsi herbal akhirnya mukjizat Tuhan datang.

“Jadi menurut saya tidak ada yang mustahil dalam hal penyembuhan penyakit. Yang penting kita punya keinginan untuk sembuh, rajin minum herbal, menjaga pantangan, dan jangan lupa berdoa kepada Allah,” cerita sang mantan pengidap kanker payudara stadium 4 itu.

 

Santunan Yatim

Disamping diisi dengan paparan testimoni dari para mantan pasien, acara pembukaan praktek di Sidoarjo juga diisi dengan pemberian santunan yatim piatu. Tak kurang 50 orang anak dari pantai asuhan yatim Maslahatul Ummah Sidoarjo hadir. Suasana pun terasa khidmat dengan kumandang lantunan doa dan sholawat dari mulut-mulut mungil mereka.

“Saya berharap anak-anak sekalian selalu mendoakan agar kehadiran Herbal Jeng Ana di Sidoarjo ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat pada umumnya,” kata Jeng Ana saat menyampaikan santunan kepada anak-anak yatim.

Sebagai seorang muslimah yang taat, Jeng Ana memang selalu mentradisikan santunan anak yatim di setiap tempat prakteknya. Ia percaya sepenuhnya keutamaan yang bisa didapat dengan menyantuni anak yatim. Salah satu keutaman tersebut adalah, Allah SWT sudah menjanjikan akan memenuhi kebutuhan hidup bagi seseorang yang menyantuni anak yatim.

“Apabila menyantuni anak yatim dilakukan, maka akan seperti berinfak di jalan Allah, dan Allah SWT juga akan melipatgandakan harta bagi hamba yang menyantuni anak yatim tersebut. Termasuk dalam soal penyembuhan penyakit. Insha Allah akan lebih mudah sembuh kalau rajin sedekah atau menyantuni yatim. Saya selalu menekankan ini kepada para pasien,” papar Jeng Ana.

Di kesempatan yang sama Jeng Ana yang bernama asli Ina Soviana tak lupa menjelaskan tentang minat masyarakat menggunakan sarana penyembuhan herbal saat ini, cukup tinggi. Apalagi setelah dunia kedokteran mengakui kehebatan herbal yang mempergunakan bahan baku alami. Sehingga wajar bila saat ini, minat masyarakat terhadap penggunaan herbal semakin meningkat. (***)


++++

Artikel terkait...