Hati-hati Bunda,  Si Kecil Bisa Terserang Kanker

Gaya hidup yang tidak sehat memicu penyakit yang mengerikan, yakni salah satunya kanker. Selama 150 tahun lalu kanker hampir tidak pernah ditemukan tetapi masuknya makanan olahan dengan daging berkualitas membuat masyarakat terserang sel kanker.

Untuk menghindari serangan sel kanker tersebut dianjurkan agar kita semua mengatur gaya hidup sehat demi menekan risiko sel kanker berkembang. Meskipun demikian anjuran ini seolah terbantahkan dengan munculnya kabar yang menyerang di usia anak-anak. Usia dini pun dapat saja terserang sel kanker.

Ya, menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (Srikandi) tahun 2005-2007,  setidaknya ada 9 insiden kanker per 100.000 anak. Yang lebih mengejutkan lagi, data menemukan insiden tertinggi ditemukan dalam 5 tahun pertama kehidupan.  Dari jumlah itu, kanker yang paling banyak adalah leukimia atau kanker darah, dan kedua adalah retinoblastoma atau kanker bola mata.

Setelah kedua kanker tersebut, data dari Srikandi menyebutkan bahwa kanker tulang ada di urutan ketiga, diikuti limfoma (kanker getah bening) dan kanker nasofaring (jenis kanker pada tenggorokan).

Tak kalah mengejutkan adalah data dari International Agency for Research on Cancer (IARC), yang menyebutkan setiap tahunnya ada 300 ribu kasus kanker baru pada anak dan 80 ribu di antaranya tidak bisa diselamatkan.

Kanker dapat menyerang anak pada usia berapa pun, mulai dari bayi  hingga anak tumbuh besar. Ini merupakan ancaman serius.

Walaupun pada umunya kanker bisa menyerang siapa saja, ada sedikit perbedaan antara kanker pada orang dewasa dan anak-anak. Perbedaan tersebut, kanker pada orang dewasa dapat dicegah dengan pola hidup sehat, tapi tidak pada anak-anak.

“Walaupun demikian, orang tua tetap diminta untuk menerapkan pola hidup sehat pada anak, agar mereka terhindar dari penyakit ini saat dewasa nanti,” jelas Jeng Ana, herbalis yang banyak menangani problem kesehatan terkait kanker. 

Dikatakan pula oleh Jeng Ana, salah satu cara paling efektif untuk mencegah kanker pada anak adalah dengan  menjadikan suasana di rumah menjadi menyenangkan.

“Stres dan depresi juga bisa memicu munculnya kanker, sementara tawa bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Untuk itu, ciptakan suasana yang menyenangkan dan membahagiakan di rumah untuk anak-anak,” tegasnya. (***).


++++

Artikel terkait...