kelenjar-getah-bening

Siapa yang tidak ngeri kalau menderita penyakit berbahaya, bahkan mematikan. Ini lah yang dirasakan Hj Umi ketika dokter mengatakan bahwa dirinya menderita penyakit kanker kelenjar getah bening, bahkan hasil uji lab juga menunjukkan gejala HIV.

“Waktu itu dokter menginstruksikan agar kankernya diangkat. Tetapi istri saya takut karena ada saudara yang menjalani operasi ternyata justru tumbuh dan tumbuh lagi. Karena itu kami memutuskan untuk menempuh jalur alternatif, yaitu ke Jeng Ana,” tutur H. Sutarmo, suami yang setia merawat Hj Umi selama menderita sakit.

Hj Umi menambahkan bahwa dirinya semula tidak menyangka bila penyakit yang dideritanya berbahaya. Karena semula tidak merasa sakit. Hanya ada benjolan kecil di tengkuk leher dekat tulang rahang. “Saya raba-raba tiap hari koq rasanya cepat sekali membesar, sehingga kami bawa ke dokter,” jelas Hj Umi ketika memberi kesaksian pada acara ‘Medika Natura’ bersama Jeng Ana di Jak TV, beberapa waktu lalu.

Jeng Ana menambahkan, bahwa ketika Hj Umi datang ke Klinik Herbal Jeng Ana pada 12 Mei 2012, sudah tidak ada benjolan di leher. “Benjolannya sudah rata dan bukan karena pecah. Yang ada semacam kerutan seperti memar merah. Bu Hj Umi menyebutnya seperti penyakit Olga Syahputra,” terang Jeng Ana.

Kebetulan ketika datang ke Klinik Jeng Ana, Hj Umi membawa rekam medis cukup lengkap, baik pengecekan darah, USG hingga tes anti-HIV. Dari rekam medis tersebut, kata Jeng Ana, bila penyakit tersebut dibiarkan memang sangat berbahaya karena berisiko tinggi. “Maksudnya bisa terjadi kanker, karena disini juga ada pembengkakan kelenjar thyroid segala. Karena lokasinya kan di tengkuk leher. Hormon thyroid juga rendah, sehingga ada semacam bengkak. Selain itu monositnya juga 9, sehingga sudah mengena ke saraf. Limpha juga bengkak. Selain itu juga alergi obat. Jadi banyak yang bermasalah,” terang Ratu Herbal ini.

Sementara untuk uji anti-HIV memperlihatkan adanya masalah. Limfosit helper-nya kurang. Ini berarti positif CD4 absolut rendah. Normalnya kan 450 sampai 1500. Sedangkan ini hanya 278. “CD4 absolut itu kategori virus yang memakan sistem daya tahan/kekebalan tubuh. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat infeksi abses dan infeksi TB kelenjar getah bening. Jadi virus akan lebih cepat menyebar. Sebenarnya kalau dokter bilang, ini bisa positif HIV,” ujar Jeng Ana.

Tetapi mengapa Hj Umi yang pergaulannya baik dan tidak pernah berbuat aneh-aneh bisa menderita gejala HIV? Menurut Jeng Ana, penyakit yang diderita Hj Umi bukan karena pergaulan, melainkan karena sistem kekebalan tubuhnya diserang. “Jadi ini semata-mata karena kekurangan limfosit dan CD4 absolut,” jelasnya.

Dengan kondisi semacam itu tak mengherankan bila waktu itu Hj Umi sering mengalami demam tinggi. Hal semacam ini sudah merupakan ciri-ciri penderita gejala HIV. “Ini efek rendahnya kekebalan tubuh, antibodinya rendah,” tuturnya.

Untuk mengobati penyakit tersebut, kata Jeng Ana, tidak bisa sembuh secara instan dan membutuhkan waktu cukup lama. Karena, yang bermasalah adalah sistem kekebalan tubuhnya. “Waktu itu Bu Hj Umi membutuhkan sekitar 5 paket atau 10 bulan untuk bisa sembuh. Jadi, hampir satu tahun,” jelas Jeng Ana.

Hj Umi sendiri sempat putus asa ketika menjalani pengobatan di Jeng Ana. Bukan hanya karena membutuhkan waktu lama, tetapi juga munculnya rasa sakit setelah mengkonsumsi herbal yang diberikan Jeng Ana. “Tetapi ketika kami konsultasikan ke asisten Jeng Ana, katanya itu sakit itu efek obat,” ujar Hj Umi.

Jeng Ana menambahkan bahwa rasa sakit yang dirasakan Hj Umi setelah mengkonsumsi herbal itu terjadi karena sarafnya sudah kena. “Kalau saraf sudah kena, maka seluruh bagian tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki akan terasa sakit. Ini belum lagi dengan penyakit-penyakit lain yang diderita Bu Hj Umi,” tambah Jeng Ana.

Kini Hj Umi sudah sembuh total dan tidak lagi mengonsumsi herbal Jeng Ana. “Dulu saya memang sempat bimbang bahkan sempat berhenti minum obat dari Jeng Ana. Tetapi saya berusaha meyakinkan diri dan melanjutkan pengobatan. Hasilnya alhamdulillah sekarang sudah sembuh total. Saya sangat bersyukur sekali,” pungkas Hj Umi. (*)


++++

Artikel terkait...