Empat Macam Rempah Ini Terbukti Ampuh Cegah Pertumbuhan Sel Kanker

Kanker merupakan penyakit yang paling ditakuti di seluruh dunia. Salah satu yang menebar ancaman terbesar adalah kanker serviks, yang tentu saja hanya rawan menyerang kaum wanita.

Bukan menakut-nakuti, tetapi fakta menunjukkan di Indonesia 37 perempuan terdiagnosis kanker leher rahim setiap harinya. Bahkan, diperkirakan 20 orang perempuan meninggal karena kanker yang menyerang leher rahim (serviks) ini setiap hari.

Organ reproduksi wanita terdiri dari indung telur dan rahim. Bagian terbawah dari rahim inilah yang disebut leher rahim atau serviks, dan berhubungan langsung dengan vagina.

“Organ reproduksi wanita rawan oleh keganasan penyakit, bukan hanya serviks, tapi juga payudara, indung telur, dan juga rahim,” ungkap Jeng Ana, pakar herbal yang dikenal juga dengan julukan Ratu Herbal Indonesia.

Untuk mencegah pertumbuhan sel kanker bisa dilakukan dengan menggunakan bahan rempah-rempah yang merupakan herbal alami. Kita semua tahu, kekayaan tanaman rempah-rempah Indonesia memang tak perlu diragukan lagi. Rempah-rempah yang ada sejak zaman nenek moyang ini memiliki manfaat yang amat kaya. Dari menjadi penyedap masakan hingga obat berbagai penyakit.

Dalam tulisan kali ini kami sajikan 4 macam rempah-rempah yang secara empiris terbukti dapat mencegah pertumbuhan sel kanker. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Jahe

Jahe telah lama dikenal dalam pengobatan alternatif untuk mengobati bermacam-macam keluhan kesehatan, seperti pilek, batuk, mual sampai sembelit. Jahe dapat digunakan dalam bentuk segar maupun bubuk bahkan manisan. Dalam bentuk berbeda, jahe mempunyai rasa dan aroma sedikit berbeda.

Secara umum, Anda dapat mengganti 1/8 sendok teh jahe bubuk dengan satu sendok makan jahe parut segar atau sebaliknya. Mengkonsumsi jahe dengan varian pengolahannya, terutama untuk minuman, dapat memberikan kenyamanan pada perut mual selama pengobatan kanker.

2. Kayu manis

Bumbu dapur ini memiliki sensasi hangat dan merupakan sumber antioksidan yang baik. Kayu manis umumnya digunakan pada masakan.

Kayu manis membantu proses detoksifikasi pada penderita kanker, meringankan gangguan pencernaan, perut kembung, kehilangan nafsu makan, dan masalah pencernaan lain.

Cobalah minum tiga cangkir daun kayu manis setiap hari untuk membantu mengatasi masalah ini.

3. Kunyit

Kunyit, seperti juga jahe, merupakan bumbu dapur berbentuk umbi. Kunyit banyak digunakan sebagai bumbu kari yang memberikan rasa yang khas. Curcumin adalah senyawa aktif yang ada dalam kunyit, yang dikenal luas mempunyai sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang berpotensi melindungi sel tubuh terhadap perkembangan kanker.

Suplemen ekstrak kunyit saat ini sedang dipelajari untuk melihat khasiat kunyit sebagai pencegah dan pengobatan beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, prostat, payudara dan kanker kulit.

4. Bawang putih

Beberapa studi menunjukkan bahwa meningkatkan asupan bawang putih mengurangi risiko kanker perut, usus besar, esofagus, pankreas, dan payudara.

Tampaknya bawang putih dapat melindungi dari kanker melalui beberapa mekanisme, diantaranya menghambat infeksi bakteri dan pembentukan zat penyebab kanker, meningkatkan perbaikan DNA, dan menginduksi kematian sel.

Bawang putih membantu detoksifikasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta membantu mengurangi tekanan darah tinggi.


++++

Artikel terkait...