Logo BaruKesembuhan penyakit kanker tiroid yang diderita Bu Tati kali ini benar-benar membuatnya terharu. Ketika tampil memberi kesaksian di acara Medika Natura bersama Jeng Ana, beberapa waktu lalu, perempuan paro baya ini berkali-kali nampak tak kuasa nahan rasa haru.

Bagaimana tidak? Sebelum berobat ke Jeng Ana, Bu Tati sudah dua kali menjalani operasi secara medis. “Waktu itu saya meraskan tenggorokan saya makin lama rasanya semakin nggak enak, sehingga saya periksakan ke dokter. Begitu di USG ternyata kata dokter saya terkena kanker tiroid dan harus segera diangkat. Karena ingin sembuh, saya langsung bersedia dioperasi,” jelas Bu Tati di studio Jak TV, beberapa waktu lalu.

Setelah menjalani operasi, benjolannya memang hilang. Namun ketika saya periksakan kembali ternyata kata dokter masih ada kankernya, sehingga harus menjalani operasi lagi. “Saya juga memenuhi saran dokter karena memang kepingin bener-bener sembuh, sehingga saya dioperasi lagi,” tuturnya.

Ironisnya setelah menjalani operasi kedua ternyata ketika menjalani pemeriksaan lagi oleh dokter dikatakan bahwa kankernya tumbuh lagi. Sang dokter pun emminta Bu Tati untuk menjalani pengangkatan untuk ketiga kalinya. “Tapi saya menolak saran dokter, rasanya sudah kapok, koq muncul lagi-muncul lagi terus. Setelah saya bicarakan dengan adik saya akhirnya disarankan untuk datang berobat ke Jeng Ana,” ujar Bu Tati.

Dengan penuh keyakinan, Bu Tati pun memenuhi saran adiknya berobat ke Jeng Ana. “Saya sudah memasrahkan kesembuhannya sama Allah melalui tangan Jeng Ana,” terang Bu Tati.

Dan ternyata keyakinan dan kepasrahan Bu Tati berbuah hasil. Baru seminggu dia mengkonsumsi ramuan yang diberi Jeng Ana, Bu Tati mengaku sudah merasakan adanya perubahan. “Saya berkali-kali mengaca dan memegangi leher saya, koq terlihat mengecil. Saya jadi semakin rajin mengkonsumsi ramuan dan mematuhi seluruh anjuran Jeng Ana,” kata Bu Tati.

Seiring dengan perjalanan waktu, kanker kelenjar tiroid yang diderita Bu Tati pun semakin mengecil. Bahkan saat ini sudah hampir hilang. “Padahal saya baru mau selesai satu paket ini berobat ke Jeng Ana,” katanya.

Kanker tiroid merupakan kanker yang terjadi pada kelenjar tiroid. Sedangkan kelenjar tiroid sendiri berada pada bagian depan leher bawah. Tiroid memproduksi hormon yang berfungsi untuk mengatur denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan berat badan

Kanker tiroid terjadi ketika sel – sel dalam tiroid mengalami perubahan genetik (mutasi) yang memungkinkan sel untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cepat. Sel-sel yang abnormal dapat menyerang jaringan di dekatnya dan bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Pada tahap awal, kanker tiroid seringkali tidak menunjukkan tanda atau gejala. Adapun gejala yang dapat muncul ketika kanker tiroid telah berkembang, antara lain:

–          Adanya benjolan di bagian pangkal leher

–          Perubahan pada suara menjadi serak

–          Sulit menelan

–          Sakit pada leher dan tenggorokan

–          Pembengkakan kelenjar getah bening

Karena itu, menurut Jeng Ana, bila pasien mengalami gejala-gejala awal adanya kanker, termasuk kanker tiroid, sebaiknya segera memeriksakan ke dokter. Jangan menggampangkan atau menunda-nunda. “Karena ada atau tidaknya kanker hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan lab atau medis,” terang Jeng Ana.

Di Klinik Jeng Ana sendiri, baik di pusta maupun di cabang-cabang, sebagian besar pasien yang datang adalah penderita kanker. Malah banyak diantaranya yang ketika datang ke Klinik Jeng Ana dalam kondisi kankernya sudah parah. “Mengapa ini bisa terjadi? Itu karena pasien tidak pernah melakukan pemeriksaan. Padahal yang namanya kanker itu memang pada awalnya tidak terasa sakit. Rasa sakit atau benjolan baru terjadi setelah kanker memasuki stadium lanjut,” terang Jeng Ana.

 


++++

Artikel terkait...