dinding rahim

Assalamu’alaikum Jeng Ana

Sebelumnya sya mau menceritakan masalah penyakit saya Jeng. Pada bulan Februari sampai Mei 2012 saya mengalami pendarahan dengan keluar gumpalan-gumpalan darah sehingga saya dikuret pada tgl. 23 Mei 2012. Hasil dari patologi saya sbb:
Lokalisasi: ENDOMETRIUM ICDOT C54.1 (ENDOMETRIUM)
Diagnosa Klinik : MENOMETRORRHAGIA
Lap. Pemeriksaan diterima jaringan kerokan, ukuran 2ml. Diproses semua 1 blok (nti)
Mikroskopik : didapatkan sel anaplasi dengan bentukan aciner dg necrosis.
Kesimpulan : Endometrium, kerokan: ADENACORCINOMA, WELL DIFFERENTIATED, INVASIF

Dokter menyarankan agar saya operasi angkat rahim. Tetapi saya belum mau. Pada bulan Juni saya berobat ke Sukabumi dengan pengobatan medis dan herbal selama 1 bln, dan selama 28 hr saya diinfus.

Sampai saat ini saya masih mengkomsumsi obat dan jamu godok n seduh, tetapi pendarahan saya masih tetap sampai sekarang. Dan saat di sana saya sudah citizen n hasilnya belum ada penyebaran. Mohon solusi dan pengobatannya Jeng.

Wassalamu’alaikum

Yetty PS
Ina1772@yahoo.co.id

JAWAB:

Wa’alaikum salam

Sebenarnya kami sudah pernah menjelaskan penyakit yang sama dengan yang Anda derita dalam rubrik konsultasi ini. Tetapi baiklah kami jawab secara ringkas. Adenokarsinoma adalah kanker epithelium yang berasal dari jaringan berbentuk kelenjar. Karena lokasinya di endometrium, maka disebut karsinoma endometrium, atau umumnya orang menyebut kanker endometrium.

Jadi, kanker endometrium adalah jaringan atau selaput lender rahim yang tumbuh di luar rahim. Padahal, seharusnya jaringan endometrium melapisi dinding rahim.
Kanker endometrium tumbuh pada ovarium, tuba falopii, dan saluran menuju vagina.

Penyakit ini bisa menimpa semua wanita, baik tua maupun muda. Namun pada umumnya, karsinoma endometrium terjadi pada wanita yang berusia 50 – 65 tahun dengan usia rata-rata 61 tahun. Kira-kira 5 % dapat dijumpai pada usia sebelum 40 tahun dan sebesar 20 – 25 % pada usia sebelum menopause.

Penyebab karsinoma endometrium belum diketahui secara pasti, namun umumnya disebabkan perangsangan estrogen pada endometrium tanpa halangan periodik progesteron

Seperti yang Anda alami, penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut:

1. Pendarahan abnormal yang keluar dari organ kewanitaan
2. Keputihan
3. Pembesaran abdomen dan gejala penekanan kemih dan rectum
4. Anemia
5. Nyeri abdomen bagian bawah atau keram pelvis

Penyakit ini memiliki risiko lebih besar pada perempuan dengan kondisi sebagai berikut:

1. Obesitas
Penelitian menunjukkan bahwa obesitas berhubungan dengan terjadinya peningkatan risiko karsinoma endometrium sebesar 20 – 80 %. Wanita yang mempunyai kelebihan berat badan 11 – 25 kg mempunyai peningkatan resiko 3 kali dan 10 kali pada wanita yang mempunyai kelebihan berat badan lebih dari 25 kg.

2.Nuiliparitas
Pada wanita nulliparitas dijumpai peningkatan resiko sebesar 2 – 3 kali.

3.Diabetes Melitus
Didapati peningkatan resiko sebesar 2,8 kali pada wanita penderita diabetes melitus untuk terjadinya karsinoma.endometrium.

4.Hipertensi
Sebesar 25 – 75 % penderita karsinoma endometrium mengidap hipertensi.

5.Estrogen eksogen
Pada wanita menopause yang mengkonsumsi estrogen eksogen akan terjadi peningkatan resiko karsinoma endometrium sebesar 4,5 – 13,9 kali.

6.Late menopause
Wanita yang menopause sesudah umur 52 tahun akan terjadi peningkatan resiko sebesar 2,4 kali untuk terjadinya karsinoma endometrium. Disamping itu karsinoma endometrium dapat terjadi pada wanita pramenopause dengan sikius haid yang tidak teratur.

7.Polycystic,ovarian syndrome

8.Penyakit kandung empedu
Didapati peningkatan resiko sebesar 3.,7 kali terjadinya karsinoma endometrium.

9. Perokok
Terjadi penurunan risiko karsinoma endometrium sebesar 30 % pada wanita perokok.

10. Tamoxifen
Wanita pengguna tamoxifen akan terjadi peningkatan resiko karsinoma endometrium sebesar 2 – 3 kali.

Kembali ke pertanyaan Anda, pengobatan secara medis selama ini memang selalu menyarankan jalan operasi, apalagi untuk tipe yang invasif. Jadi sangat wajar bila dokter Anda menyarankan untuk menempuh operasi.

Tetapi berdasarkan pengalaman di klinik kami, sebenarnya penyakit ini bisa sembuh dengan menggunakan herbal. Kalaupun Anda mengatakan sudah menempuh cara ini, yakni dengan berobat ke Sukabumi, mungkin Anda belum jodoh. Tetapi jangan menyerah untuk terus berusaha mencari pengobatan yang tepat. Karena masing-masing pengobatan herbal memang memiliki cara dan kualitas yang berbeda-beda.

Bila ibu ingin berobat ke klinik kami, maka kami persilakan untuk datang langsung saja, atau kalau tidak bisa datang boleh juga melakukan pemesanan obat. Syaratnya harus membawa atau mengirimkan hasil uji lab atau rekam medis dari dokter yang terbaru. Ini sangat penting sebagai rujukan kami dalam menentukan obatnya secara tepat.

Demikian jawaban singkat ini. Terimakasih. Wassalamu’alaikum

 

 


++++

Artikel terkait...