manaf-710x150

Cinta lelaki bernama Manaf ini bisa dibilang sangat tulus terhadap kekasihnya, Dewi. Bagaimana tidak? Ketika dokter sudah memvonis Dewi 99 persen tidak bisa memiliki keturunan lantaran kista endometriosis yang dideritanya, Manaf tetap bertahan dengan cintanya, dan bahkan kemudian menikahinya.

“Saat dokter memvonis Dewi menderita kista endometriosis, kami belum menikah. Kata dokter spesialis waktu itu, peluang Dewi untuk bisa punya anak hanya sekitar 1 persen,” terang Manaf di Studio Jak TV, beberapa waktu lalu.

Toh Manaf tak menyerah. Dia tetap menikahi gadis pujaannya itu dan kemudian berusaha untuk mencari pengobatannya. Bagi Manaf, tidak ada yang tidak bisa disembuhkan bila memang Allah menghendaki. “Segala penyakit datangnya dari Allah, maka Allah juga pasti bisa menyembuhkannya bila kita terus berusaha dan berdoa,” ujarnya.

Dewi yang kebetulan bekerja di sebuah rumah sakit sudah menderita kista endometriosis sejak tahun 2006. Dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa kista bersarang di sel telur bagian kiri. Sesuai dengan saran dokter, maka Dewi saat itu menempuh langkah operasi dengan mengangkat sel telur bagian kiri.

Ironisnya, langkah operasi ini ternyata bukan merupakan akhir penderitaan Dewi yang kala itu baru berusia 25 tahun. Beberapa bulan kemudian dia merasakan adanya gangguan serupa, sehingga kembali memeriksakan diri ke dokter.

Betapa terkejutnya Dewi dan juga Manaf ketika hasil pemeriksaan USG yang dilakukan dokter spesialis itu memperlihatkan bahwa Dewi kembali mengidap kista endometriosis. Bila semula terjadi perlengketan pada sel telur sebelah kiri. Maka kali ini menimpa sel telur sebelah kanan. Hal inilah yang membuat dokter memvonis bahwa Dewi tidak akan bisa punya keturunan, karena dokter pasti akan menyarankan pengobatan dengan pengangkatan sel indung telur tersebut. Artinya Dewi tidak lagi memiliki sel indung telur.

Namun, kali ini Dewi dan Manaf yang telah menjadi pasangan suami-istri sepakat tidak memenuhi saran dokter untuk menempuh jalan operasi. Mereka berusaha menempuh pengobatan alternatif. Kebetulan yang menjadi pilihan pasangan ini adalah Klinik Herbal Jeng Ana.

“Saya datang ke Jeng Ana sekitar tahun 2008, saat itu usia saya 27 tahun. Waktu itu ukuran kista saya sudah 5,6 cm. Saya ceritakan semua apa yang saya alamai. Semua hasil lab juga saya sampaikan ke Jeng Ana. Setelah itu saya diberi paket ramuan,” terang Dewi.

Dua bulan kemudian, yakni ketika paket ramuan habis, Dewi melakukan uji lab. Hasilnya ternyata sangat mengembirakan. Kista yang semula berukuran 5,6 cm kali ini mengecil menjadi Cuma 2,5 cm. Kondisi ini membuat pasangan Manaf-Dewi semakin bersemangat melanjutkan pengobatan di Jeng Ana.

Mereka pun kembali ke Jeng Ana sambil memperlihatkan hasil USG terbaru. Setelah berkonsultasi, Jeng Ana kemudian memberikan paket kedua. “Sebelum paket kedua habis, alhamdulillah saya positif hamil,” ujar Dewi.

Karena itulah Manaf menyebut putrinya bernama Yeni, kini berusia sekitar 2,5 tahun, sebagai mukjizat dari Allah. “Sejak awal saya punya keyakinan bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Kali ini melalui perantara Jeng Ana, akhirnya istri saya yang divonis dokter tidak bisa punya anak ternyata bisa melahirkan putri cantik ini,” kata Manaf bangga.

Atas pengalaman itu, Manaf berpesan kepada para penderita kista agar tidak putus asa. Teruslah berusaha dan berdoa. “Yakinlah bahwa kalau kita bersungguh-sungguh memohon dan berusaha, insyaAllah ada hasilnya. Saya sendiri membuktikannya melalui pengobatan Jeng Ana,” pesan Manaf. (*)


++++

Artikel terkait...