Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


ibu-nur-710x150

Jangan pernah putus asa bila dokter memvonis tidak bisa memiliki keturunan karena penyakit kewanitaan yang Anda alami. Karena bila kita terus berusaha dan Tuhan menunjukkan jalannya, maka tidak ada yang tidak mungkin terjadi, termasuk soal keturunan.

Inilah yang dialami oleh pasangan Ibu Nur Hidayati dan Iwan. Pasangan paruh baya dari Bandung ini memang sempat shock ketika pada tahun 2008 dokter memvonisnya sulit memiliki anak. Penyebabnya adalah kista endometriosis yang sudah dua kali diamali perempuan murah senyum ini.

Menurut Nur, penyakit kista endometriosis itu sudah dialaminya sejak tahun 2005. Pada awal 2006, katanya, dia diantar sang suami melakukan pemeriksaan ke dokter. “Dokter waktu itu menyarankan saya untuk segera melakukan operasi. Kami pun memenuhi saran tersebut, sehingga operasi pengangkatan kista endometriosis itu dilakukan,” jelas Nur Hidayati.

Karena merasa dirinya sudah sembuh, maka Nur melanjutkannya dengan terapi keturunan pada dokter yag sama. Sayangnya, sudah setahun menjalani terapi namun tak kunjung ada tanda-tanda kehamilan. “Waktu itu dokter memberikan obat penyubur setiap bulan. Karena sudah setahun tak membuahkan hasil, maka kami memutuskan untuk berhenti,” terangnya.

Atas kesepatan dengan sang suami, Nur kemudian mencoba cara alternatif. Menurut Iwan, sang suami, beberapa tempat pengobatan alternatif waktu itu sudah didatangi. “Selama hampir dua tahun kami kesana kemari mencari pengobatan alternatif. Betapa terkejutnya ketika kami memeriksakan kembali ke dokter ternyata dikatan bahwa kista endometriosis istri saya tumbuh lagi,” ujar Iwan.

Waktu itu dokter tidak menyarankan jalan operasi, hanya memberi obat-obatan saja untuk diminum. Namu, seraya mengkonsumsi obat dari dokter, pasangan ini juga terus berusaha mencari pengobatan alternatif yang tepat. “Kebetulan kami menonton acara Jeng Ana di televisi dan kami tertarik, sehingga kami memutuskan untuk datang ke klinik Jeng Ana cabang Bandung,” tutur Nur.

Ketika datang ke klinik, Nur ditangani oleh asisten. Ibu Nur pun kemudian diberi paket herbal berupa ramuan godok dan kapsul ekstrak herbal. Selain itu tentu saja juga diberi panduan pola makan yang dibuat langsung oleh Jeng Ana.

“Alhamdulillah ketika paket pertama habis, saya merasakan perkembangan yang sangat berarti. Bila semula kalau menstruasi terasa sakit dan tidak lancar, kali ini sama sekali tidak sakit dan lancar, ya bisa dikatakan normal,” jelas Nur.

Nur pun melanjutkan pengobatan dengan mengambil paket kedua. Perkembangan yang dialami Nur selanjutnya benar-benar mengejutkan. “Pada bulan ketiga, saya agak bingung karena biasanya datang bulan pada tanggal 20 tetapi sampai tanggal 23 belum juga haid. Maka, saya memeriksakan diri ke dokter. Betapa terkejutnya ketika dokter mengatakan bahwa saya positip hamil,” terang Nur seraya tersenyum.

Pihak dokter sendiri juga terkejut dengan apa yang dialami Nur. Karena dokter itu juga yang semula mengatakan bahwa ibu muda ini tidak bisa memiliki keturunan. Dokter juga lebih terkejut, kata Nur, ketika memeriksa kondisi kista yang diderita Nur ternyata sudah tidak ada lagi. “Saya benar-benar bersyukur. Ini suaru anugerah dari Allah melalui jalur Klinik Jeng Ana,” tegas Nur.

Kehamilan Nur pun berjalan lancar, dan kemudian lahir seorang putri cantik yang sehat dan lucu. Kini balita yang diberi nama Kartika ini sudah berumur 1,5 tahun. “Sejak lahir sangat sehat, dan pertumbuhannya juga sangat cepat,” tambah Iwan.

Terhadap apa yang dialami oleh Nur, Jeng Ana menjelaskan bahwa dalam memilih pengobatan alternatif sebaiknya masyarakat harus berhati-hati. “Jangan sembarangan.  Seperti yang dialami oleh Ibu Nur selama dua tahun berobat ke alternatif lain ternyata justru kista endometriosisnya tumbuh lagi. Ini mengapa? Karena seperti halnya pengomatan medis atau dokter yang terkadang terjadi malpraktek, di bidang pengobatan alternatif juga bisa terjadi hal yang sama,” terang jeng Ana.

Yang jelas, tambah Jeng Ana, pengobatan alternatif itu membutuhkan ketepatan dalam menentukan jenis dan komposisi ramuan yang sesuai dengan penyakit yang diderita pasien. “Bila tidak memperhatikan hal tersebut, ya jangan berharap bisa sembuh,” tutur wanita anggun ini.

Di klinik Jeng Ana selalu mengharuskan pasien untuk membawa rekam media ketika berobat atau menjalani terapi. Hal ini dibutuhkan agar  bisa membuatkan obat dengan takaran atau komposisi yang tepat sesuai dengan kondisi penyakitnya. “Obat tradisonal itu bila tidak tepat komposisinya, maka sulit sembuh. Kami menggunakan jenis jamu godok, karena saripatinya benar-benar natural, yaitu yang diminum dari air rebusannya itu. Jadi, bukannya serbuk yang kemudian diseduh dengan air panas. Itu justru tidak boleh,” terang Jeng Ana.

 


++++

Artikel terkait...