wanita hamil

Menginjak lima tahun membina rumah tangga, pasangan Dina dan Ilham tak kunjung mendapatkan keturunan. Sampai suatu hari mereka bersepakat untuk melakukan tes kesuburan di sebuah ruah sakit. Kesedihan mendera batina Dina sebab berdasrkan hasil tes kesuburan tersebut dirinyalah yang ternyata bermasalah. Dina divonis mandul.

Sejak kejadian itu Dina kehilangan keceriannya. Wanita berusia 29 tahun itu seperti kehilangan separuh nyawanya. Ilham sendir diam-diami menyesal karena telah mengajak istrinya untuk bersama-sama memeriksakan kesuburan mereka.

Di tengah kegalauan yang mereka rasakan, suatu pagi di akhir pekan, Dina dan Ilham tanpa sengaja melihat tayangan interaktif pengobatan herbal di sebuah stasiun televisi swasta. Kebetulan saat itu yang jadi narasumber adalah Jeng Ana, dan yang jadi tema pembahasan mengenai kemandulan.

Dalam acara tersebut dihadirkan pula salah seorang saksi, yakni pasien yang telah membuktikan kemujaraban racikan herbal Jeng Ana. Sang pasien memaparkan kesaksiannya bahwa dirinya pernah divonis mandul namun berkat racikan herbal Jeng Ana bisa mengandung dan anaknya telah berumur 15 bulan.

Tayangan tersebut benar-benar membius hasrat Dina dan Ilham untuk secepatnya pergi ke tempat Jeng Ana. Dan hal ini memang mereka rasakan sebagai sebuah petunjuk dari Allah SWT, sebab setelah menghabiskan 2 paket ramuan herbal Jeng Ana Dina terbukti hamil. Momongan yang sangat mereka dambakan itu akhirnya lahir pada 16 Januari 2016 lalu. Mereka tentu menyambutnya dengan penuh suka cita….

Kisah nyata pasangan Dina dan Ilham di atas hanyalah salah satu dari puluhan atau bahkan ratusan cerita kebahagiaan dari pasang suami isteri yang terbukti dikaruniai anak setelah mengkonsumsi racikan herbal Jeng Ana. Vonis mandul atas dasar hasil tes laboratoriam terbukti runtuh dengan ketepatan seorang herbalis dalam meracik berbagai khasiat tanaman herbal yang ada di bumi Nusantara.

Vonis mandul yang ditujukan kepada seorang wanita, menurut Jeng Ana sebenarnya tidak terlalu tepat. Dalam sejumlah kasus yang ditanganinya, vonis kemandulan terhadap wanita itu terbukti bisa diatasi dengan konsumsi racikan herbal yang tepat.

“Rahim atau uterus adalah organ reproduksi wanita yang utama. Rahim atau kandungan yang lemah adalah keadaan dimana rahim tidak mampu menahan janin sehingga hanya bertahan dalam beberapa saat. Wanita memiliki kandungan lemah faktor resiko keguguran jadi lebih besar. Jadi menurut saya tidak kalau divonis mandul,” tegas herbalis yang diberi julukan Ratu Herbal Indonesia itu.

Ia melanjutkan, kelainan yang terjadi pada rahim memicu kandungan lemah yang terkadang divonis mandul. Sulitnya proses terjadinya kehamilan bisa jadi dikarenakan rahim tidak terlalu kuat untuk menampung proses pembuahan. Hal tersebut sering mengakibatkan terjadinya keguguran pada janin di usia sebelum 3 minggu.

“Karena itulah penting bagi kaum perempuan yang memiliki rahim lemah untuk menggunakan racikan herbal. Saya selalu berusaha meyakinkan mereka yang sulit mendapatkan keturunan dengan saran ini. Kalau mereka mau berdisiplin dalam mengkonsumsi ramuan, maka insya Allah bisa hamil dalam waktu yang tidak terlalu lama. Buktinya sudah banyak sekali. Tentu saja ini juga berkat karunia Allah, saya hanya perantara saja,” papar Jeng Ana.

Ia menyebutkan, di sekitar lingkungan tempat tinggal kita sebenarnya banyak sekali tanaman herbal yang berkhasiat untuk menguatkan kandungan sekaligus menyuburkan rahim. Misalkan saja tanaman herbal barucina, pegagan dan buah mengkudu.

“Namun tentu saja harus tepat komposisi racikannya. Kalau tepat komposisinya, insya Allah khasiatnya akan nyata sekali. Paling tidak saya sudah membuktikannya pada ratusan pasien saya,” tambah Jeng Ana.

Selain mengkonsumsi racikan herbal, Jeng Ana juga menyarankan pasien yang mendambakan keturunan untuk banyak berdoa dan menghindari stress. Disamping juga mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi setiap harinya.

“Dengan melakukan hl-hal yang saya sarankan, banyak pasien bisa terhindar dari masalah lemah kandungan atau vonis mandul,” tegas Jeng Ana yang telah membuka klinik penyembuhan herbal di Sembilan kota besar di Indonesia. Hal ini membuktikan banyaknya jumlah pasien yang membutuhkan sentuhan tangan Jeng Ana dalam penyembuhan penyakit, termasuk masalah sulit mendapatkan keturunan.***


++++

Artikel terkait...