Serviks

Tak sia-sia upaya Hj Hadijah,warga dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menemui Jeng Ana yang saat itu sedang berada di klinik cabang Surabaya. Perjalanan jauh yang begitu melelahkan benar-benar terbayar setelah kanker serviks yang dideritanya kini mulai menunjukkan perkembangan membaik.

“Alhamdulillah, saya bersyukur banget sekarang sudah tidak lagi merasakan sakit seperti dulu,” terang nenek  berusia 60-an tahun ini.

Dia datang berobat ke Jeng Ana didampingi putra tersayangnya, M Kiya. Dengan sabar mereka menunggu antrean pasien yang begitu berjubel di Klinik Herbal Jeng Ana Cabang Surabaya, Jl Kampar No.6 Surabaya. “Ini sudah yang kedu kalinya kami datang kesini,” tutur M Kiya saat berbincang dengan klinikherbaljengana.com.

Kanker serviks atau yang biasa dikenal dengan sebutan kanker mulut rahim merupakan salah satu jenis kanker yang menjadi momok kaum hawa. Tak sedikit penderita kanker ini yang berakhir dengan kematian lantaran terlambat mengobatinya.

Dalam banyak kasus, penderita biasanya terlambat mengetahui adanya kanker serviks. Hal ini karena perkembangan kanker serviks memang sangat lambat, yakni antara 10 hingga 20 tahun, sehingga sangat sulit dideteksi. Tanpa melalui pap smear atau test IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), hampir tidak mungkin kanker ini bisa diketahui.

Hal ini pula yang dialami oleh Hj Hadijah. Dia baru mengetahui  bahwa dirinya mengidap kanker mulut rahim setelah merasakan adanya sakit. Padahal rasa sakit itu timbul ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut.

“Semula pada bagian pinggul saya terasa sakit dan panas, sehingga saya benar-benar tersiksa,” ujar Bu Hadijah.

Berbagai upaya pengobatan pun telah ditempuh oleh Bu Hadijah, baik pengobatan medis di rumah sakit hingga pengobatan alternatif. “Semua sudah kami coba, namun ibu tak juga kunjung sembuh,” tambah M Kiya.

Di tengah rasa putus asa ini kemudian keluarga Bu Hj Hadijah mendengar adanya pengobatan Klinik Herbal Jeng Ana dari sebuah stasiun televisi. “Sejak saat itu kami memutuskan untuk berobat ke Jeng Ana meskipun jaraknya sangat jauh dan transportasi dari NTT ke Surabaya juga tidak mudah. Semua demi kesembuhan ibu saya,” ujarnya.

Alhamdulillah, ikhtiar Hj Hadijah kali ini membuahkan hasil. “Hanya 10 hari setelah mengkonsumsi ramuan herbal yang diberi oleh Jeng Ana, kondisi ibu saya langsung membaik. Rasa sakit di pinggul yang semula menyiksa, sekarang sudah hilang,” ujar M Kiya.

Ketika berkunjung ke Klinik Herbal Jeng Ana Cabang Surabaya untuk kedua kalinya, pekan lalu, kondisi Bu Hj Hadijah memang sudah membaik. Meski belum sembuh sepenuhnya, namun menurut Hj Hadijah, sudah sangat membaik. “Rasa sakitnya sudah hilang, cuma tinggal pegal-pegalnya saja. Kankernya juga beranjak sembuh,” terang wanita sabar ini.

Dengan perkembangan ini, Bu Hadijah pun makin semangat untuk menjalani pengobatan ke Jeng Ana. M Kiya sangat yakin kalau ibunya akan segera sembuh total dengan melanjutkan pengobatan secara disiplin di Jeng Ana. “Saya sangat yakin dengan kesembuhan itu. Karena saat ini baru dengan satu paket saja sudah banyak mengalami perkembangan yang sangat baik,” kata M Kiya.

Semoga saja harapan Bu Hj Hadijah segera terwujud. Segala kesembuhan datangnya dari Allah. Jeng Ana hanya sebagai perantara saja.

 


++++

Artikel terkait...