sinusitis

Anda yang memiliki alergi dengan saluran pernapasan khususnya di hidung biasanya ragu untuk membedakan apakah anda terkena alergi biasa atau sudah menderita sinusitis. Beberapa gejala penyakit antara kedua kondisi ini pada dasarnya memiliki perbedaan.

Ahli Kesehatan Khusus Asma dan Alergi Marlowe & Co, Dean C mitchell mengatakan alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru mengidentifikasi zat, seperti serbuk sari atau jamur sebagai jenis berbahaya dan meluncurkan serangan terhadap penyerang.

Peristiwa kimia yang terjadi pada saat tubuh membela dirinya sendiri akhirnya mengarah ke peradangan.

Peradangan yang disebabkan oleh alergi memengaruhi saluran hidung pertama kalinya. Jika meluas lebih dalam ke dalam sinus, daerah yang berisi udara di belakang dahi, pipi, mata dan tulang hidung, maka itu disebut seseorang akan menderita sinusitis .

Sinus dilapisi dengan jaringan tipis disebut mukosa yang akan memproduksi lendir dan membengkak bila meradang. Air dan lendir itu dapat terjebak dalam sinus, sehingga menyebabkan tekanan dan rasa sakit, sehingga menyebabkan infeksi.

Dilansir Symptomfind, studi menunjukkan sinusitis jarang terjadi tanpa peradangan pada selaput lendir hidung atau rhinitis, apakah itu disebabkan oleh alergi atau tidak.

Reaksi alergi terhadap sesuatu ketika anda bernapas atau reaksi ketika anda sebetulnya menderita sinusitis pada dasarnya memiliki gejala-gejala yang sama.

Di antaranya hidung tersumbat, sakit tenggorokan, rasa di mana pipi, dahi dan alis penuh dengan cairan, penurunan indra penciuman dan sering bersin.

Berikut adalah kondisi yang membedakan antara keduanya. Pertama, sinusitis memiliki debit lendir lebih banyak yang menyebabkan sinus meradang tebal dan menghijau.

Kedua, infeksi sinus menyebabkan anda lebih sering merasakan nyeri di bagian pipi, dahi dan alis, serta sakit kepala lebih sering dibandingkan alergi biasa.

Ketiga, mata berair dan konjungtivitis lebih umum terjadi pada alergi biasa. Namun, pembengkakan parah di sekitar mata merupakan tanda serius yang terjadi sinusitis. Keempat, infeksi sinus menyebabkan anda lebih sering demam.

Alergi pernapasan memang tidak dapat dicegah, namun anda bisa mengambil tindakan untuk menjaga hidung meler dan hidung mampet yang menyebabkan alergi anda meningkat ke tingkat sinus.

Anda sebaiknya membatasi kontak fisik dengan hewan-hewan peliharaan berbulu, serbuk sari, jamur atau apa pun yang membuat anda bersin. Ini merupakan saran yang dikemukakan oleh Asthma and Allergy Foundation of America.

Jika anda rentan terhadap alergi pernapasan musiman, sebaiknya anda minum obat sebelum penyakit tersebut menyerang anda.

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, ahli herbal atau pusat-pusat layanan kesehatan mengenai obat-obatan alergi yang sering anda gunakan, misalnya kebiasaan menggunakan semprotan hidung.

Pasien yang menderita alergi pernapasan harus terus memperhatikan gejala mereka terus menerus. Jika nyeri wajah menyebabkan lendir hidung (ingus) anda menjadi kuning kehijauan maka anda sebaiknya memeriksakannya ke spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) untuk memberikan pengobatan yang tepat.

Jika hidung anda mulai membengkak, sebaiknya anda mengambil langkah untuk memperbaiki ketidaknyamanan ini untuk mencegah peradangan yang semakin memburuk lagi.(*)


++++

Artikel terkait...