www.jengana.co.id-flu

Menghadapi musim hujan, sebagian dari kita sering terkena flu. Berikut cara-cara menghindari demam dan flu:

  1. Segera cuci tangan.
    Setiap kali Anda bersalaman dengan orang lain, segeralah mencuci tangan. Namun, jangan berhenti sampai di sana, cuci tangan Anda sebersih dan sesering mungkin. Membasahi lengan dengan air dan sabun dapat menghilangkan kuman.
  2. Jangan menyentuh bagian wajah.
    Jangan sentuh bagian wajah apabila Anda belum mencuci tangan. Karena banyak sekali kuman yang ada dalam tangan Anda.
  3. Tidur yang cukup.
    Tidur yang cukup tidak terlalu sulit. Apabila Anda tidak tidur secara teratur, maka tubuh akan mengalami kesulitan dalam melawan bakteri. Tidur yang disarankan adalah 8-10 jam.
  4. Dapatkan vaksin.
    Lakukan suntikan pencegah flu juga bisa membuat Anda terhindar dari demam dan flu saat musim penghujan datang.
  5. Makan makanan sehat.
    Mungkin Anda berpikir bahwa memakan makanan sehat itu sulit dan mahal. Namun, makan buah dan sayuran segar akan membantu sistem imun Anda. Dan hal tersebut lebih mudah daripada menyembuhkan penyakit.
  6. Berolahraga.
    Berolahraga akan meningkatkan kerja tubuh Anda. Dengan berolahraga sistem imun Anda pun akan bekerja lebih baik.
  7. Hindari orang yang tengah flu.
    Jangan berdekatan dengan orang yang bersin-bersin dan batuk-batuk. Karena Kuman juga bisa menular melalui udara.
  8. Perhatikan kebersihan.
    Basuh tangan dengan hand-sanitizersesering mungkin. Namun, perhatikan kandungannya karena hand-sanitizer yang tidak menggunakan alkohol tidak bekerja dengan optimal.
  9. Berhenti merokok.
    Merokok dapat meningkatkan resiko infeksi pada saluran pernafasan, sehingga kuman dengan mudah masuk ke saluran –pernafasan.
  10. Hindari minum dari gelas yang sama.
    Jangan berbagi air liur dengan orang lain dengan cara berbagi makanan dan minuman dari orang lain, karena hal tersebut dapat menyebabkan perpindahan kuman.
  11. Bersihkan dompet dan tas.
    Dompet dan tas Anda juga dapat menyerap kuman. Saat Anda membawa dompet dan tas, pastikan untuk membersihkannya sesekali.
  12. Jangan mengigit jari.
    Sebagai bagian dari tangan, jari Anda pun tak lepas dari bakteri.
  13. Cobalah untuk tersenyum.
    Penelitian mengatakan bahwa berpikir positif dapat meningkatkan sistem tubuh.
  14. Bersinlah pada siku Anda.
    Jangan bersin pada tangan, karena tangan Anda memiliki banyak bakteri.

 

Bila telah demam

Hal pertama pastikan suhu tubuhnya berapa. Bila Anda telah terkena demam, ada 4 hal yang dapat dilakukan agar merasa lebih baik :

  • Beristirahatlah di dalam rumah dan rawat diri Anda
  • Perhatikan gejala sakit, demam Anda dapat berakibat flu
  • Minum cukup air putih. Dehidrasi dapat menyebabkan infeksi
  • Berobatlah ke dokter dan meminum obat yang cocok dengan Anda

 

Sakit Flu Tak Perlu Antibiotik

Banyak pasien yang sebenarnya menderita influenza meminta diresepkan dokter obat antibiotik. Mereka meyakini penyakitnya akan lebih cepat sembuh. Padahal, influenza disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak ada manfaatnya.

Sebuah studi terkait peresepan obat mencatat, antibiotik lebih sering diresepkan untuk sakit influenza meskipun sebenarnya antivirus lah yang lebih bermanfaat. Yang lebih buruk lagi, antivirus hanya diberikan kepada satu dari lima pasien yang sebenarnya sangat membutuhkan obat tersebut.

Meskipun terkadang antibiotik bermanfaat untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh penyakit flu, namun seringkali justru peresepan itu tidak diperlukan. Antibiotik hanya diperlukan jika penyakitnya disebabkan oleh bakteri.

Demikian yang diungkap para dokter di pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS yang ditulis di dalam jurnal Clinical Infectios Disease. Studi juga menemukan, dokter masih sering meresepkan antibiotik. Padahal penggunaan antibiotik yang tidak bijak dapat menyebabkan pembentukan bakteri kebal antiobiotik sehingga bila benar-benar diperlukan, bakteri akan sulit dikalahkan oleh antibiotik.

Michael G Ison, dokter dari Northwestern University mengatakan, upaya penggunaan antibiotik yang rasional masih terus diusahakan, tetapi penggunaan yang tidak bijak masih umum terjadi pada pasien influenza. Menurutnya, meresepkan obat antivirus memiliki risiko minimal dalam pembentukan resistensi bakteri.

Dalam studi baru ini, dokter melakukan analisis pada ribuan rekam medis ribuan pasien dalam lima negara bagian. Sebanyak 6.766 orang diketahui memiliki penyakit respirasi akut, sepertiganya ternyata adalah influenza. Namun hanya 15 persennya yang diresepkan obat antivirus, sementara 30 persennya masih diresepkan antibiotik.

Padahal manfaat pengobatan lebih dapat dirasakan pada pasien yang memperoleh pengobatan antivirus. Ditambah lagi, pengobatan antivirus tidak memiliki efek samping yang merugikan dan dapat mengurangi kemungkinan dari kebutuhan antibiotik di waktu yang akan datang.

referensi : Health.com

 

(*)

 


++++

Artikel terkait...