elama bertahun-tahun, Endang harus merasakan penderitaan akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. Penyakit asma sudah diderita sejak usia 10 tahun. Sempat sembuh sejenak, namun kemudian kembali kambuh.

Bahkan sejumlah penyakit baru kemudian muncul. “Dada saya sering sesak, dan tak jarang juga muntah darah, sampai harus dilarikan ke UGD,” terang lelaki asal Bogor yang kini berusia 42 tahun itu, ketika memberi kesaksian bersama Jeng Ana, di Jak TV, beberapa waktu lalu.

Berbagai pengobatan pun telah dilakukan, mulai dari medis maupun alternatif. Namun, penyakit menahun itu tak juga kunjung pulih. “Sembuh sebentar, tetapi kemudian kambuh lagi. Biasanya selalu kambuh kalau kecapean atau kena cuaca dingin,” terangnya.

Kebetulan Endang bekerja di Jakarta, dan setiap hari pulang-pergi Jakarta-Bogor. “Selama sekian lama saya harus menahan sakit selama bekerja, sehingga tidak bisa fokus dan bekerja maksimal,” keluhnya.

Hingga akhirnya Endang memutuskan untuk berobat ke Jeng Ana sekitar bulan Agustus 2012 lalu setelah mengetahuinya dari tayangan sebuah stasiun televisi. Ketika datang ke Klinik Herbal Jeng Ana, kondisi Endang memang sudah sangat parah. Dari hasil rontgen diketahui bahwa Endang menderita kombinasi penyakit Tuberkolusis (TB) Aktif, Bronchitis, Maag kronis dan Asma kronis. “Bagian sebelah kanan yang kronis,” jelas Jeng Ana.

Bila kondisi ini dibiarkan, kata Jeng Ana, penyakit yang diderita Endang bisa mengarah ke kanker paru-paru.

Alhamdulillah, setelah mengkonsumsi obat dari jeng Ana, Endang mengaku kondisinya jauh lebih baik. “Efeknya langsung bisa saya rasakan. Dada sudah tidaksesak lagi. Muntah darah juga tidak pernah terjadi lagi. Rasanya benar-benar lega,” ujar Edang.

Setelah dua bulan mengkonsumsi herbal Jeng Ana, Endang pun melakukan rontgen. Hasilnya ternyata benar-benar jauh mengalami perubahan dari semula. “Meski belum 100 persen sembuh, tetapi penderitaan yang dulu saya alami, seperti sesak dan muntah darah, kini tidak pernah kambuh lagi,” tutur lelaki berkacamata ini.

Sampai saat ini Endang masih terus melanjutkan pengobatan di Jeng Ana sampai penyakitnya benar-benar sembuh 100 persen.

Menurut Jeng Ana, pengobatan herbal memang membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mendapatkan kesembuhan total. “Jadi, tidak sama dengan obat kimia yang hasilnya bisa dirasakan langsung. Tetapi, obat kimia kan hanya menyembuhkan sesaat, setelah reaksi obat hilang, sakit pun muncul kembali,” jelas Jeng Ana.

Sedangkan dalam pengobatan herbal, tambah Jeng Ana, yang diobati adalah sumber penyakitnya, yakni dengan memperkuat antobodi agar daya tahan tibuh kuat. “Dengan begitu, kesembuhan yang dirasakan pasien akan sempurna, tidak akan kambuh lagi, bahkan penyakit lain yang semula dirasakan pasien juga ikut sembuh,” tegasnya.

Tetapi Jeng Ana berpesan, agar masyarakat jangan asal menggunakan obat herbal. Pasalnya, penggunaan herbal yang salah bukannya menyembuhkan tetapi malah bisa menjadi racun yang membahayakan.

 


++++

Artikel terkait...