Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


 

kesehatan wanita oleh jeng ana

Gejala penebalan dinding rahim  biasanya diawali dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, bahkan terkadang menstruasi tak kunjung datang dalam jangka waktu yang lama. Bisa juga menstruasi terjadi terus-menerus dan volume darah banyak. Selain itu, penderita Hiperplasia endometrium sering menemukan noda-noda darah di pakaian dalam…

Assalamu’alaikum wrahmatullahi wabarokatuh

Salam kenal Jeng  Ana, saya wanita 29 th, sudah menikah 4,5 th dan belum dikaruniai momongan. Suami umur 39 th.  Karena tinggal jauh d Pontianak, Kalbar,  maka via email ini saya mohon bantuannya Jeng Ana.

Saya terakhir ke dokter A sekitar bulan Feb 2012 (setelah 3 bln tidak haid) hasil USG rahim saya posisi baik dan tidak hamil, tetapi setelah dilakukan USG Transvaginal saya dinyatakan PCOS, dokter A kemudian memberikan saya obat perangsang haid dan obat glucopaghe selama 1 bulan untuk mengobati PCOS. Selama 2 bulan saya terus ikuti dan kontrol PCOS, tetapi tidak ada perkembngan lagipun saya tidak tahan dengan obat glucopache tsb karena lambung terasa perih.

Akhirnya saya pindah ke dokter B sekitar bulan April 2012 (setelah telat 1 bln haid). Hasil USG rahim saya bagus dan tidak hamil, hanya gangguan hormon dan ada sedikit penebalan di dinding rahim, kemungkinan karena haid tidak keluar.

Lalu dokter B memberi perangsang haid dan meminta kembali pada antara hari ke-3 ato ke-5 haid. Pada hari ke-5 haid saya pun kembali, hasil USG bilang kalau rahim saya bagus dan dinding rahim sudah berkurang penebalannya, tetapi dokter B memberi saya rujukan untuk periksa saluran rahim  dengan cara HSG.

Hasil dari dokter C yang melakukan HSG, melihat dari hasil foto-fotonya, mengatakan bahwa ada penyumbatan di rahim kiri, karena cairan yg disemprotkan pada saat HSG terputus di rahim kiri, dan saya baca sekilas di surat hasilnya tertera kesimpulan endemetriosis, lalu dokter C meminta saya memberikan hasil tersebut kepada dokter B untuk pengobatan lebih lanjut.

Dari dokter B, hasil diagnosa HSG  sebagai berikut: ada penyumbatan rahim kiri, penebalan dinding rahim dan ada perlengketan jalan rahim sehingga sperma tida bisa tembus sampai masuk ke dalam rahim.

Cara pengobatannnya, dokter B minta saya melakukan kuret untuk membersihkan dan membuang perlengketan di saluran rahim tsb, lalu dipasangkan spiral untuk merangsang pertumbuhan sel baru, kemudian memprogram ulang untuk kehamilan.

Mendengar kata kuret dan spiral saya langsung takut sendiri, karena pasti akan sakit dan saya harus total istrhat dalam waktu lama. Karenanya saya mohon Jeng Ana dapat memberikan solusi lain untuk pengobatan saya ini.

Yang jelas saya sudah sangat lama saya mendambakan momongan dari rahim saya sendiri. Untuk diketahui, awal perkawinan saya pernah mengalami keputihan sampai gatal dan agak bau, lalu saya ke dokter A, dan d kasih obt seperti odol yang dimasukkan dalam vagina, Alhamduliilah sudh sembuh keputihannya,  lalu apakah penyakit saya ini karena keputihan tersebut juga ?

Sebelumnya terima kasih atas jawabannya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Erni
 er_ni_29@yahoo.com

JAWAB:

Wa’alaikum salam Wr wb

Ibu Erni, mendengar cerita Anda, kami bisa menangkap betapa  Anda sudah berusaha keras untuk bisa mendapatkan momongan. Bila Anda terus berusaha dan disertai dengan doa dan kesabaran, insyaAllah Tuhan akan memberikan jalan, entah melalui perantara  kami atau yang lain.

Sebenarnya problem  PCOS – Polycystic Ovary Syndrome (Sindroma ovarium polikistik) sudah sering kami sampaikan di portal ini. PCOS merupakan gangguan hormonal yang umum terjadi pada masa reproduktif wanita. Nama kondisi ini di dapat dari pembesaran dan banyaknya kista kecil yang terdapat di sepanjang ujung terluar dari masing-masing indung telur –tetapi tidak semua.

Masa mentruasi yang tidak teratur dan berkepanjangan, pertumbuhan rambut yang berlebihan, jerawat dan obesitas dapat terjadi pada wanita dengan kondisi ini. Menstruasi yang tidak normal dapat menjadi pertanda kondisi ini pada usia remaja, atau PCOS dapat diikuti dengan pertambahan berat badan atau sulit untuk hamil.

Tanda dan gejala PCOS sering dimulai sesaat setelah masa menstruasi pertama (menarche). Pada beberapa kasus, PCOS terjadi setelah masa reproduktif anda. Tanda dan gejalanya bervariasi pada setiap wanita baik jenis ataupun tingkat keparahannya. Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter mempertimbangkan setidaknya dua dari gejala berikut:

  • Periode menstruasi yang tidak teratur.
  • Kelebihan kadar androgen (hormon laki-laki) pada wanita yang ditandai dengan banyaknya rambut wajah atau tubuh.
  • Pembesaran indung telur (ovary) yang terdiri dari sejumlah kista melalui pemeriksaan.

Sejauh ini belum diketahui penyebab pasti penyakit ini. Tetapi faktor berikut dapat memainkan peran:

  • Kelebihan insulin di dalam tubuh sehingga memacu produksi androgen di dalam indung telur.
  • Peradangan ringan sehingga memicu resistensi insulin dan akumulasi kolesterol di dalam pembuluh darah (atherosclerosis). Atherosclerosis menyebabkan gangguan kardiovaskular. Penelitian menunjukkan para wanita dengan PCOS memiliki peradangan ringan.
  • Faktor keturunan.

Adapun mengenai hasil pemeriksaan dokter B yang mengatakan bahwa Anda menderita penebalan, penyumbatan dan perlengketan dinding rahim sebenarnya berkaitan erat dengan PCOS tadi. Penebalan dinding rahim dalam istilah medis disebut dengan hiperplasia endometrium, yakni suatu kondisi  dimana endometrium tumbuh secara berlebihan.

Kelainan ini bersifat benigna ( jinak ),  tetapi pada sejumlah kasus dapat berkembang ke arah keganasan uterus . Risiko tinggi hiperplasia endometrium terutama terjadi pada wanita yang memiliki kondisi sebagai berikut:

  1. Penderita PCOS
  2. Sekitar usia menopause
  3. Obesitas ( konversi perifer androgen menjadi estrogen dalam jaringan lemak )
  4. Penderita Diabetes melitus
  5. Pengguna estrogen dalam jangka panjang tanpa disertai pemberian progestin pada kasus menopause
  6. Penderita tumor ovarium dari jenis granulosa theca cell tumor

Gejala penebalan dinding rahim  biasanya diawali dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, bahkan terkadang menstruasi tak kunjung datang dalam jangka waktu yang lama. Bisa juga menstruasi terjadi terus-menerus dan volume darah banyak. Selain itu, penderita Hiperplasia endometrium sering menemukan noda-noda darah di pakaian dalam.

Jika dibiarkan berlarut-larut akan muncul gangguan sakit kepala, mudah lelah, serta tidak bergairah saat beraktivitas. Dampak yang paling parah, selain sulit hamil, penderita Hiperplasia endometrium mengalami anemia berat. Hubungan suami-istri pun terganggu karena perdarahan tak kunjung berhenti.

Penebalan lapisan dinding dalam rahim dapat terjadi karena peningkatan kadar hormon estrogen. Peningkatan estrogen dipicu oleh pertumbuhan kista. Pada kasus lain, penebalan dinding rahim juga terjadi karena faktor ketidakseimbangan hormonal, ketika peningkatan hormon estrogen tak diimbangi oleh peningkatan progesteron.

Kondisi ini juga biasanya dialami oleh wanita yang bertubuh gemuk karena produksi estrogennya berlebihan. Hiperplasia endometrium dapat dialami siapa pun, baik perempuan yang telah melahirkan ataupun belum.

Sementara mengenai perlengketan rahim sudah pasti sangat menentukan bisa-tudaknya ibu hamil. Bila terjadi sumbatan saluran telur sudah barang tentu pembuahan tidak akan terjadi, karena tidak terjadi pertemuan antara sperma dengan sel telur.

Kendati  bentuknya hampir sama, namun perlengketan pada organ-organ reproduksi bisa dibedakan berdasarkan ragam penyebabnya sebagai berikut:

–  Karena Infeksi

Umumnya ditandai dengan munculnya keputihan. Seberapa pun “kadar” keputihan ini,hendaknya mendapat perhatian serius. Sebab bisa terjadi infeksi dan bisa naik ke atas. Yang tadinya cuma infeksi di serviks atau di vagina, merambat naik ke rahim atau bahkan ke abneksa. Padahal abneksa terdiri dari tuba/saluran telur, ovarium/indung telur, dan ligamentum atau bagian-bagian penyangga rahim.

–  Karena Endometriosis

Perlengketan ini lebih parah dibanding perlengketan serupa akibat infeksi. Seorang wanita dikatakan terkena endometriosis bila jaringan endometrium/lapisan dalam uterus, tumbuh bukan di tempat semestinya. Celakanya, yang paling sering ditumbuhi jaringan endometrium ini adalah ovarium. Alhasil,bisa terjadi perlengketan ke usus, rahim, saluran telur, atau ke organ-organ di sekitarnya. Kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab kemandulan.

Apa penyebab pastinya, sampai saat ini belum disepakati para ahli. Salah satu teori mengatakan, munculnya endometriosis distimulasi oleh hormon estrogen yang berlebihan. Itulah sebabnya, pengobatan yang dibutuhkan adalah terapi hormon. Bila dengan pemberian hormon tidak ada perbaikan, biasanya dokter menyarankan  operasi laparoskopi atau laparotomi.

–  Kuretase Berulang

Tindakan kuretase, terlebih bila dilakukan berulang dalam tenggang waktu dekat, diduga juga memicu timbulnya perlengketan. Meski perlengketannya bukan pada organ-organ reproduksi bagian dalam, melainkan hanya terbatas pada rahim/uterus. Terlebih bila kuretnya tidak steril, hingga endometrium yang seharusnya berbentuk rongga jadi menutup. Karena tidak ada rongga inilah, yang bersangkutan jadi susah punya anak atau bahkan mandul.

Itu sebabnya disarankan agar tidak menjadikan kuretase sebagai “jalan keluar” yang paling mudah dari permasalahan ginekologik yang dihadapi. Semisal pada kehamilan-kehamilan yang tidak diinginkan. Apa pun, kuretase akan mengikis dinding rahim bagian dalam yang membuatnya semakin “tipis” dan akhirnya mempercepat terjadinya perlengketan.

–  Kelainan Plasenta

Normalnya plasenta akan menempel pada endometrium saat terjadi kehamilan. Namun ada pula jenis plasenta yang disebut plasenta akreta. Yakni plasenta yang merekat begitu kuat sampai masuk ke dalam selaput lapisan otot rahim. Hanya saja kelompok wanita mana saja yang rentan mendapat plasenta akreta ini belum bisa dipastikan. Meski sejauh ini diduga plasenta akreta terkait erat dengan faktor gizi buruk.Pada mereka yang status gizinya buruk, plasenta yang idealnya berimplantasi pada dinding rahim, justru terpaksa menembus lapisan otot rahim untuk mencari “makanannya”.

–  Riwayat Operasi

Terutama operasi sesar dan operasi usus buntu yang sudah parah, semisal sudah bocor. Padasetiap tindakan operasi pasti akan ada luka terbuka. Padahal, setiap luka pasti akan diserbu lapisan omentum, yang berusaha menutup luka tadi. Itu sebabnya perlengketan sangat berpeluang terjadi pada sesar yang tidak benar atau yang banyak menyisakan darah.

Hal yang sama juga amat mungkin terjadi pada sesar yang penyembuhan lukanya kurang bagus, semisal dalam seminggu belum kering. Di sinilah pentingnya kontrol kembali ke dokter yang menangani. Meski sebetulnya kontrol sendiri pun gampang dilakukan, yakni bila dalam waktu seminggu luka bekas operasinya masih basah atau mengeluarkan cairan.

Secara teoritis, kalau kondisi bagian dalam luka baik, tentu bagian luarnya jauh lebih baik. Sebaliknya, jika bagian luarnya tak baik, bisa dipastikan ada sesuatu yang enggak beres di bagian dalamnya. Tak heran kalau sesar kedua dan seterusnya memperbesar peluang terjadi perlengketan. Baik perlengketan antara rahim dengan dinding perut, maupun dengan usus dan kandung kencing. Kendati secara teori,seorang ibu boleh melahirkan dengan sesar 3-4 kali.

Saya kira penjelasan diatas sudah cukup jelas. Ini sengaja kami sampaikan panjang lebar karena banyak pasien lain yang sering menanyakan hal serupa. Semoga penjelasan ini bisa menjawab pertanyaan para penanya yang lain.

Lantas apakah penyakit ini bisa diobati secara herbal, tanpa harus menjalani operasi? InsyaAllah bisa. Kami memiliki ramuan khusus untuk pengobatan jenis penyakit yang seperti ibu alami. Meski sebagian kalangan medis meragukan pengobatan tanpa operasi, namun faktanya sudah banyak pasien kami yang sembuh dengan pengobatan herbal yang kami lakukan.

Bila ibu berkeinginan untuk berobat di klinik kami, Anda bisa datang langsung dengan membawa rekam medis/hasil uji lab, USG, HSG terakhir. Bila tidak bisa datang, Anda bisa juga melakukan pemesanan obat melalui media ini, tetapi Anda tetap harus mengirimkan copy rekam medis atau hasil uji lab tersebut via email ini.

Sekian, terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr Wb.

 

(*)

 


++++

Artikel terkait...