Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


Assalamualaikum…

ebelumnya salam kenal, saya baru tahu profil Jeng Ana setelah melihat acara televisi dan saat itu saya langsung tertarik dengan metode pengobatan yang dilakukan Jeng Ana.

Begini, saya mempunyai masalah pada pernafasan. Lebih tepatnya nafas saya itu mempunyai aroma yang tidak sehat atau bisa kita sebut halitosis. Ini sudah saya rasakan sejak 12 th yang lalu. Awalnya saya biarkan saja, tapi semakin lama saya jadi merasa terganggu setiap kali berkomunikasi dengan orang lain.

Perlu diketahui saya termasuk orang yang rutin dalam membersihkan karang gigi, gigi saya pun tidak ada yang berlubang, saya sering menggunakan cairan penyegar mulut, tapi tetap saja nafas saya masih menimbulkan aroma yang tidak sedap.

Mohon penjelasannya. Terimakasih.

Wassalamualaikum…

Endah
ndahtiwa@yahoo.co.id

JAWAB:

Wa’alaikum salam…

audari Endah, kebetulan cukup banyak penanya di email yang mengeluhkan hal yang sama. Karena itu pada kesempatan ini sekaligus untuk menjawab penanya-penanya yang lainnya.

Halitosis dalam istilah awam disebut bau mulut yang tidak sedap. Untuk mengetahui tingkat aroma tak sedap itu bisa menggunakan alat bernama Halitometer.

Selama ini banyak masyarakat yang mengira bahwa aroma nafas atau mulut hanya disebabkan oleh hanya kondisi yang ada di dalam mulut saja, misalnya kebersihan gigi dan gusi, penyakit gigi dan gusi, atau jenis makanan yang dimakan. Padahal sebenarnya aroma mulut juga menunjukkan adanya penyakit tertentu.

Baiklah, kita mulai saja dari penyebab yang berasal dari mulut itu sendiri. Pertama, kita semua pasti tahu bahwa kebersihan mulut sangat menentukan aroma nafas. Misalnya orang yang tidak pernah sikat gigi, penyakit gigi dan gusi, dan sebagainya. Hal ini pasti akan menimbulkan aroma tak sedap.

Kedua, faktor makanan. Makanan yang kerap berpengaruh terhadap bau mulut adalah makanan berbau tajam yang dapat diserap aliran darah dan dibawa ke paru-paru. Misalnya saja petai dan jengkol. Udara di paru-paru dikeluarkan melalui saluran pernafasan kita sehingga mulut kita pun menghasilkan aroma tak sedap.

Ketiga, banyak orang tak menyadari bahwa bau mulut juga bisa muncul karena adanya bakteri atau kuman yang banyak hidup di dalam dan di antara celah-celah kecil di permukaan lidah dan gigi. Di dalam mulut, ada lebih dari 400 juta lebih kuman yang mengeluarkan gas belerang ( volatile sulfur compounds ) setelah memproses sisa makanan. Nah, gas tersebutlah yang menyebabkan bau mulut menjadi tidak sedap.

Keempat, pada setiap bangun tdur di pagi hari, hampir setiap orang pasti mengalami halitosis. Karena ketika kita tidur, aliran air liur berkurang secara drastis, sementara lidah dan pipi sangat sedikit bergerak. Hal ini memungkinkan sisa makanan stagnan pada sel-sel mulut di permukaan lidah, gusi, dan bagian dalam pipi. Bakteri dalam mulut mulai bekerja dan memecahkan sisa makanan ini, sehingga menghasilkan bau mulut yang tidak enak.

Kondisi serupa terjadi pada orang yang berpuasa. Pasalnya ketika tubuh tidak lagi memiliki pasokan karbohidrat, maka pertama-tama yang dipecahkan adalah glukosa yang tersimpan dalam otot dan hati. Setelah beberapa jam, tubuh mulai memecahkan lemak. Sisa hasil metabolisme yang dikenal sebagai keton membuat nafas menjadi bau.

Selain itu orang dengan hidung tersumbat di malam hari juga rentan terkena bau mulut. Namun, bau mulut semacam ini biasanya menghilang dengan sendirinya setelah sarapan dan menyikat gigi, karena air liur mulai mengalir lagi dan sisa makanan juga hanyut dan tertelan.

Nah, bila melihat penjelasan Anda tadi, maka nampaknya bukan hal ini yang menjadi penyebab aroma mulut Anda. Karena Anda sudah menjaga kebersihan mulut dengan cukup baik.

Karena itu, penyebab yang sangat mungkin dari aroma mulut Anda adalah faktor dari luar mulut. Apakah itu? Sejumlah penelitian medis membuktikan bahwa aroma mulut bisa ditimbulkan oleh adanya penyakit lain, baik ringan maupun kronis. Misalnya gangguan paru-paru dan TBC, bronkhitis kronis, penyakit saluran pernapasan, sirosis hepatitis, serta diabetes mellitus.

Karena itu, kami sarankan agar Anda melakukan pemeriksaan pemeriksaan lab secara menyeluruh (general check up) untuk memastikannya. Karena dikhawatirkan Anda mengidap penyakit lain yang tidak Anda sadari. Setelah mengetahui secara pasti apa penyebabnya, baru bisa dilakukan tindakan pengobatannya.

Sementara untuk bau mulut yang timbul dari mulut itu sendiri, tentunya bisa diatasi dengan menjaga kebersihan mulut, serta menghindari makanan-makanan yang menimbulkan aroma mulut. Jaman dahulu, orang sering menggunakan cairan rempah dan anggur untuk menghilangkan aroma nafas yang tak sedap. Bahkan di Irak, masyarakat jaman dahulu biasanya mengunyah tembakau (Irak), biji lada atau peppercorns, untuk mengusir nafas bau.

Daun Parsley atau peterseli diyakini oleh masyarakat di Italia sebagai herbal yang sangat efektif untuk mengusir bau mulut, selain memang terkenal sebagai bumbu masakan. Penduduk Mediterania mengunyah karet pohon Pistacia Lentiscus beberapa ribu tahun lalu untuk penyegar napas.

Itu pada jaman dahulu. Sedangkan sekarang sudah cukup banyak bahan pembersih dan penghilang bau mulut. Mulai dari pasta gigi yang bermacam ragam kandungannya, obat kumur, hingga spray (semprotan). Selain itu banyak juga ramuan herbal khusus yang memang diperuntukkan untuk menjaga aroma mulut dan nafas. Dan yang tak kalah penting dari itu adalah menjaga pola makan dan gaya hidup.

Kembali ke pertanyaan Anda, maka sekali lagi kami sarankan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui apa sebenarnya penyakit yang Anda derita. Karena sejumlah penyakit kronis yang tidak ada hubungannya dengan mulut ternyata juga menghasilkan aroma tak sedap di mulut.

Setelah diketahui penyebabnya, insyaAllah kami bisa membantu pengobatannya secara herbal. Sekian terimakasih.

 

 


++++

Artikel terkait...