ak Dedy sama sekali menyangka bila penyakit yang dideritanya adalah penyakit mematikan. Bayangkan, semula yang dirasakan sekedar sakit di bagian perut dan sangat sering buang air, tetapi  ternyata penyakit yang diidap adalah komplikasi ginjal.

Adanya penyakit ginjal ini diketahui setelah melakukan pemeriksaan ke dokter. “Sekitar bulan Desember 2012, saya memeriksakan ke dokter dan dikatakan bahwa penyakit saya adalah gagal ginjal. Ada batu di kedua ginjal saya,” terang Pak Deddy didampingi istri.

Langkah penanganan pun kemudian dilakukan oleh dokter. Penghancuran batu dilakukan dokter dengan menggunakan laser. Selain itu, aku Deddy, dirinya juga sudah tiga kali melakukan cuci darah karena ginjalnya sudah tidak berfungsi.

“Setelah tindakan dokter tesebut, saya memang merasakan lebih enakan. Tetapi ternyata penyakit tak kunjung sembuh. Rasa sakit yang semula saya rasakan juga kambuh lagi,” tuturnya.

Karena itulah kemudian, Pak Dedy memutuskan untuk mengambil jalur pengobatan alternatif. Dan yang menjadi pilihan adalah Klinik Herbal Jeng Ana. “Karena saya pernah melihat kesaksian pasien yang penderita penyakit yang sama dengan saya,” ujarnya.

Ketika datang ke klinik Jeng Ana sekitar dua bulan lalu, kondisi Pak Dedy masih sangat parah. Pengobatan medis masih dilakukan, termasuk cuci darah. “Ketika konsultasi dengan Jeng Ana, saya bawa semua rekam medis dari dokter. Setelah dipelajari, saya diberi satu paket ramuan herbal, baik yang direbus maupun yang ekstrak. Selain itu yang cukup berat adalah pola makan dan pantangan-pantangannya, karena makanan yang saya sukai justru yang dipantang. Sedangkan yang diperbolehkan justru makanan yang saya tidak sukai,” jelas Dedy.

Karena ingin segera sembuh, Dedy pun berusaha mematuhi semua arahan dari Jeng Ana. Usaha ini pun ternyata tidak sia-sia. “Hanya dalam sebulan setelah mengkonsumsi herbal dari Jeng Ana, kondisi saya jauh lebih enak, kencing juga sudah lancar,” terangnya.

Selain itu, yang agak mengejutkan Pak Dedy adalah keluarnya batu dari ginjalnya. “Setiap minggu batu keluar ketika saya kencing,” ujarnya.

Anehnya lagi, batu tersebut keluar setiap malam jumat. Besar batu yang keluar beragam, yang terbesar berukuran seperti melinjo.  “Batu terbesar keluar pada malam jumat yang lalu ketika paket pertama mulai habis,” terang Pak Dedy.

Sebelum memasuki paket kedua, Pak Dedy pun memeriksakan kondisinya ke lab. Hasilnya ternyata luar biasa. Data-data medis menunjukkan peningkatan perbaikan yang fantastis. “Dan yang pasti kesehatan fisik saya juga sudah nampak sehat seperti sekarang ini,” tuturnya.

Meski demikian, Pak Dedy masih terus melanjutkan pengobatan di Klinik Jeng Ana sampai penyakitnya benar-benar sembuh total. “Sekarang kami baru mengambil paket kedua,” sambung istri Pak Dedy.

Menurut Jeng Ana, penyakit ginjal yang diderita Pak Dedy bermula dari kebiasaannya yang malas minum air putih. Dari keterangan Pak Dedy, kata Jeng Ana, selama ini yang dikonsumsi hanya air berwarna, seperti kopi, teh, atau soft drink. “Ini salah satu yang menyebabkan ginjal tidak bekerja dengan baik, dan bahkan akhirnya gagal ginjal,” jelas Jeng Ana.

Jeng Ana juga menilai pilihan Pak Dedy untuk melakukan pengobatan herbal merupakan pilihan yang tepat. Karena ada jenis-jenis penyakit yang secara medis hanya bisa disembuhkan lewat cara operasi atau cara khusus lainnya. “Kalau misalnya terus hanya melakukan pengobatan medis saja, saya yakin sampai sekarang masih melakukan cuci darah,” ujar Jeng Ana.

Dalam pengobatan Pak Dedy, Jeng Ana pada tahap awal lebih banyak menggunakan vitamin-vitamin ginjal, seperti tempuyung, sendokan, kumis kucing, akar sidaburi, dan banyak lagi lainnya. “Sangat banyak jenis tanaman herbal yang memang disediakan Tuhan untuk mengobati penyakit ginjal. Tetapi sebaiknya jangan sembarangan menggunakannya. Karena kalau tidak mengetahui cara dan aturan dosisnya, maka erbal bukannya menjadi obat, tetapi malah menjadi racun,” pesan Jeng Ana.

Karena itu, dalam pengobatan herbal memang seharusnya menyerahkan kepada ahlinya.


++++

Artikel terkait...