Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


hemophilia2-710x150

Selamat sore Jeng Ana,

Saya anak dari Bapak Sugeng (61 thn) yang sudah 4 kali di opname bolak-balik di rumah sakit sekitar 4 bulanan sampai sekarang. Tiga kali diopname di Moewardi Solo, dan saat ini Bapak berada di RSCM sejak sekitar 3 minggu lalu. Diagnosis dokter menunjukkan bahwa Bapak terkena hemofilia acquired (faktor VIII), sebuah penyakit langka .

Selain itu juga penyakit  paru-paru yang semakin memburuk dengan tingkat Hb yang sangat rendah. Kondisi saat ini Bapak banyak pendarahan di bawah kulit dan cairan tubuh yang mengalir ke rongga-rongga tubuh ( kantong testis, perut dll).

Saya mau mencoba alternatif karena dokter juga sudah hampir menyerah atau lepas tangan dan kondisi bapak semakin memburuk. Apakah ada obat yang bisa menyembuhkan kondisi Bapak tersebut? Saya mau datang ke Klinik Jeng Ana dengan membawa rekam jejak laboratorium bapak selama dirawat.

Regard

Andriyanto

andriy.chaev@gmail.com

JAWAB:

Buat Bapak Andriyanto, kami turut prihatin dengan kondisi yang menimpa Bapak Anda. Hemofilia merupakan penyakit gangguan pembekuan darah yang diturunkan melalui kromosom X.

Karena itu, penyakit ini lebih banyak diderita pria ketimbang wanita, karena kaum pria hanya mempunyai kromosom X, sedangkan wanita umumnya menjadi pembawa sifat saja (carrier). Namun, wanita juga bisa menderita hemofilia jika mendapatkan kromosom X dari ayah hemofilia dan ibu pembawa carrier.

Penyakit ini biasanya ditandai dengan perdarahan spontan dan sukar berhenti. Selain perdarahan yang tidak berhenti karena luka, penderita hemofilia juga bisa mengalami perdarahan spontan di bagian otot maupun sendi siku.

Pada orang normal, ketika mengalami perdarahan,  maka pembuluh darah akan mengecil dan keping-keping darah (trombosit) akan menutupi luka pada pembuluh. Pada waktu yang sama, trombosit tersebut bekerja membuat anyaman (benang-benang fibrin) untuk menutup luka agar darah berhenti mengalir keluar dari pembuluh.

Sedangkan pada penderita hemofilia, proses tersebut tidak berlangsung sempurna. Kurangnya jumlah faktor pembeku darah menyebabkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna, sehingga pembuluh terus mengalirkan darah sehingga dampaknya bisa sangat berbahaya.

Pendarahan di bagian dalam dapat mengganggu fungsi sendi, yakni mengakibatkan otot sendi menjadi kaku dan lumpuh. Bahkan kalau perdarahan berlanjut dapat mengakibatkan kematian pada usia dini.

Sekedar pengetahuan, hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu hemofilia A dan hemofilia B. Hemofilia A disebabkan oleh kekurangan Faktor VIII dalam darah, sedangkan hemofilia B disebabkan oleh kekurangan Faktor IX.

Tingkat normal Faktor VIII dan Faktor IX adalah 50-200%. Sedangkan pada orang sehat, nilai rata-rata kedua faktor pembeku darah itu adalah 100%. Pada penderita hemofilia berat, kadar Faktor VIII atau Faktor IX di dalam darah kurang dari 1%. Untuk hemofilia sedang, hanya terdapat 1-5%. Pada hemofilia ringan terdapat sekitar 6-30%.

Manifestasi klinis hemofilia A dan B sama, yaitu berupa perdarahan yang dapat terjadi setelah trauma maupun spontan. Perdarahan setelah trauma bersifat delayed bleeding, karena timbulnya perdarahan terlambat. Jadi mula – mula luka dapat ditutup oleh sumbat trombosit, tetapi karena defisiensi Faktor VIII atau IX, maka pembentukan fibrin terganggu sehingga timbul perdarahan.

Gambaran yang khas adalah hematoma dan hemartrosis atau perdarahan dalam rongga sendi. Perdarahan yang berulang – ulang pada rongga sendi dapat mengakibatkan cacat yang menetap. Dan perdarahan pada organ tubuh yang penting seperti otak dapat membahayakan jiwa.

Lantas bagaimana cara pengobatannya? Caranya tentu saja dengan menambahkan Faktor VIII atau IX sesuai dengan jenis hemofilia yang dideritanya. Dalam pengobatan secara medis, hal ini dilakukan dengan menyuntikkan obat penambah faktor tersebut secara rutin. Biasanya sekitar dua hingga tiga kali dalam satu minggu.

Harga obat ini sangat mahal. Satu botol untuk Faktor VIII dengan isi 10 miligram berharga sekitar Rp1,5 juta. Sedangkan untuk Faktor IX jauh lebih mahal, yakni sekitar Rp4 juta. Hal ini tentu saja sangat memberatkan.

Nah, menjawab pertanyaan Anda, apakah penyakit ini bisa disembuhkan dengan herbal? InsyaAllah alam semesta ini menyediakan obat untuk semua jenis penyakit.  Memang tidak mudah dan tidak bisa cepat, karena sifat obat herbal memang membutuhkan proses yang lebih lama. Apalagi kondisi Bapak Anda sudah sangat parah, bahkan dokter sudah menyerah.

Yang perlu Anda dan keluarga lakukan adalah bersabar dan ikhlas seraya terus melakukan usaha pengobatan. Bila memang Ada berminat berobat ke kami, silakan saja datang langsung ke klinik dengan membawa seluruh rekam medis dari dokter yang selama ini sudah dilakukan. Semoga Bapak Anda segera mendapatkan kesembuhan. Amin.


++++

Artikel terkait...