NHL1

Istri saya baru selesai operasi di bawah ketiak sebelah kiri, setelah dua minggu hasil pemeriksaan patologi yang kami terima adalah sebagai berikut:

  • Diag.Klinik: Tumor Axilla.
  • Gross: Jaringan kuning pucat 3,5 x 2,5 x 2cm.
  • Mikroskopik: KGB dengan sel sel lymphoid proliferasi besar besar, tersusun diffuse tanpa pattern tertentu.
  • Kesimpulan: Diffuse Non Hodgkin’s Lymphoma Maligna, High grade large cells).

Dokter menyarankan untuk dilakukan kemoterapi. Mohon infonya penaganan apa yg harus kami lakukan, dan jika ramuan Jeng Ana dikerim ke Kaltim, berapa biayanya?

Salam

Helmi
suhelmi@kertas-nusantara.com

JAWAB:

Sebenarnya, bila Anda mau browsing di website kami, perihal penyakit ini sudah pernah kami bahas, yakni menjawab pertanyaan pasien penderita limfoma. Tetapi, baiklah kami akan kembali menjelaskan sekaligus menjawab pertanyaan Anda.

Limfoma Non Hodgkin (NHL) merupakan salah satu jenis gangguan Limfoma. Jenis lainnya adalah Limfima Hodgkin. Karena pertanyaan Anda adalah mengenai jenis yang pertama, maka yang kami jelaskan disini hanya mengenai Limfoma Non Hodgkin.

Limfoma non Hodgkin adalah penyakit yang menyerang sel dari sistem limfatik. Apakah sistem limfatik itu? Tidak lain adalah kelenjar getah bening, limpa, kelenjar timus di leher, dan sumsum tulang.

Sedangkan cairan limfatik adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Ada dua macam sel limfosit, yaitu sel B dan T. Sel B berfungsi membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan membuat antibodi yang memusnahkan bakteri.

Pada limfoma non Hodgkin, limfosit mulai berperilaku seperti sel kanker dan tumbuh serta berlipat ganda secara tidak terkontrol, dan tidak mati seperti pada proses yang seharusnya. Itulah sebabnya penyakit ini juga sering disebut sebagai kanker.

Nah, limfosit abnormal ini lazimnya terkumpul dalam kelenjar getah bening, sehingga mngakibatkan pembengkakan. Biasanya pembengkakan terjadi pada daerah-daerah dimana terdapat kelenjar getah bening. Tetapi bisa juga terjadi pada bagian tubuh lainnya, karena limfosit bersirkulasi ke seluruh tubuh.

Sangat banyak jenis penyakit ini. Terdapat lebih dari 30 subtipe NHL –90 persen diantaranya dari jenis sel B– yang dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa faktor, yakni: penampakan di bawah mikroskop, ukuran, kecepatan tumbuh dan organ yang kena.

Limfoma indolen (derajat rendah) tumbuh lambat sehingga seringkali terlambat diketahui oleh si penderita itu sendiri. Inilah yang menyebabkan penderita penyakit jenis ini baru menyadari dan mengetahuinya ketika sudah parah.

Sedangkan limfoma agresif (derajat keganasan tinggi) cepat tumbuh dan menyebar. Jika dibiarkan tanpa pengobatan dapat mematikan dalam enam bulan. Sejauh ini data medis menunjukkan bahwa angka harapan hidup rata-rata lima tahun, dan 30-40 persen sembuh. Pasien yang terdiagnosa dini dan langsung diobati lebih mungkin meraih risiko sempurna dan jarang kambuh, karena ada proteksi kesembuhan, biasanya pengobatan lebih agresif.

NHL dapat menyerang semua usia, baik laki-laki maupun perempuan. Tetapi, hampir semua jenis penyakit ini lebih sering menimpa orang tua, dengan rata-rata usia pada saat di diagnosis adalah 65 tahun. Sedangkan bila dilihat dari jenis kelamin, penyakit ini juga lebih banyak menyerang kaum pria.

WHO memperkirakan sekitar 1,5 juta orang di dunia saat ini hidup dengan NHL dan 300 ribu orang meninggal karena penyakit ini tiap tahun. Sekitar 55 persen dari NHL tipenya agresif dan tumbuh cepat. NHL merupakan kanker tercepat ketiga pertumbuhannya setelah kanker kulit dan paru-paru. Angka kejadian NHL meningkat 80 persen dibandingkan tahun 1970-an. Setiap tahun angka kejadian penyakit ini meningkat 3-7 pesen.

Lantas apa penyebab penyakit ini? Sampai sejauh ini dunia medis belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Tetapi bukti-bukti menunjukkan adanya hubungan dengan virus yang masih belum dapat dikenali, yakni sejenis limfoma non-Hodgkin yang berkembang dengan cepat berhubungan dengan infeksi karena HTLV-I (human T-cell lymphotropic virus type I), yaitu suatu retrovirus yang fungsinya menyerupai HIV penyebab AIDS.

Ada juga yang mengatakan bahwa Limfoma non-Hodgkin merupakan komplikasi dari AIDS. Pada 1985, NHL dimasukkan pada daftar penyakit yang menunjukkan AIDS oleh Centers for Disease Control di AS. Penyakit Hodgkin, jenis limfoma lain, jarang ditemukan pada Odha.

Gejala awal penyakit ini dapat dikenali dari pembesaran kelenjar getah bening di suatu tempat, misalnya leher atau selangkangan, atau bagian tubuh lainnya. Kelenjar membesar secara perlahan dan biasanya tidak menyebabkan nyeri. Bila pembesaran terjadi di amandel biasanya mengakibatkan kesulitan untuk menelan. Sedangkan pembesaran kelenjar getah bening di bagian dalam dada atau perut bisa menekan berbagai organ, sehingga bisa mengakibatkan antara lain:

  • Gangguan pernafasan
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Sembelit berat
  • Nyeri perut
  • Pembengkakan tungkai.

Sementara itu bila limfoma menyebar ke dalam darah bisa menimbulkan leukemia. Limfoma non-Hodgkin lebih mungkin menyebar ke sumsum tulang, saluran pencernaan dan kulit.

Pada kasus yang terjadi pada anak-anak, gejala awalnya adalah masuknya sel-sel limfoma ke dalam sumsum tulang, darah, kulit, usus, otak dan tulang belakang; bukan pembesaran kelenjar getah bening. Masuknya sel limfoma ini menyebabkan anmeia, ruam kulit dan gejala neurologis (misalnya kelemahan dan sensasi yang abnormal). Biasanya yang membesar adalah kelenjar getah bening di dalam, yang menyebabkan:

  • Pengumpulan cairan di sekitar paru-paru sehingga timbul sesak nafas
  • Penekanan usus sehingga terjadi penurunan nafsu makan atau muntah
  • Penyumbatan kelenjar getah bening sehingga terjadi penumpukan cairan.

Lantas bagaimana pengobatannya? Dalam dunia medis biasanya menerapkan kombinasi obat dan kemoterapi. Tujuannya untuk menekan sistem kekebalan. Tetapi perlu diketahui bahwa kemo sangat beracun, sehingga dapat mengakibatkan mual, muntah, kelelahan, diare, gusi bengkak dan peka, luka pada mulut, rambut rontok, dan mati rasa atau semutan pada kaki atau tangan.

Kemo juga merusak sumsum tulang. Ini dapat mengakibatkan anemia (kurang sel darah merah) dan neutropenia (kurang sel darah putih). Neutropenia meningkatkan risiko infeksi bakteri. Obat-obatan tambahan mungkin dibutuhkan untuk melawan efek samping ini.

Apakah ada pengobatan herbal untuk jenis penyakit ini? InsyaAllah ada obatnya. Namun pengobatan untuk tingkat yang sudah parah memang tidak mudah, karena itu sebaiknya segera lakukan pengobatan. Namun Anda harus yakin dan bersabar bahwa segala kesembuhan datangnya dari Tuhan. Semangat dan keyakinan ini sangat penting untuk mendorong kesembuhan Anda.

Kami hanya bisa membantu mengupayakan dengan ramuan-ramuan khusus yang merupakan kombinasi berbagai jenis tanaman herbal dengan dosis yang sesuai dengan penyakit Anda. Selebihnya pasrahkan semuanya kepada Tuhan. Sekian, Terimakasih.

 


++++

Artikel terkait...