Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


jengana-tvone-710x150

JAKARTA: Keputihan merupakan problem umum yang kerap dialami oleh hampir setiap kaum wanita. Penyakit yang tak mengenal usia dan status sosial ini kerap dipandang sepele, padahal bila dibiarkan bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit kewanitaan yang lebih berbahaya.

Nah, sebagai salah satu wujud kepeduliannya terhadap kaum wanita, Ratu Herbal Jeng Ana membahas secara khusus ‘problem keputihan’ dalam Acara Coffee Break yang disiarkan secara live di TVOne pada Kamis (19/4/2012).

Menurut Jeng Ana, semua wanita berpotensi terserang problem keputihan, terutama bagi kaum perempuan yang tidak menjaga pola makan dan gaya hidupnya. Kenapa? Pola makan dan gaya hidup, menurut Jeng Ana, ternyata menjadi salah satu pemicu terjadinya keputihan. “Gaya hidup dan pola makan seringakli menjadi penyebab timbulnya jamur. Sedangkan kita ketahui bahwa penelitian di Indonesia menujukkan bahwa sekitar 92 persen kasus keputihan terjadi karena infeksi jamur Candida albicans,” tegas Jeng Ana.

Selain itu yang paling sering kita jumpai sebagai pemicu keputihan adalah faktor stress. “Orang yang stress biasanya mengalami gangguan keseimbangan hormon. Nah, hal ini berdampak pada munculnya keputihan,” tuturnya.

Selain itu masih banyak lagi penyebab munculnya keputihan, termasuk penggunaan obat-obatan kimia yang berlebihan, terutama antibiotik. “Itulah sebabnya, kami selalu menyarankan pasien-pasien kami untuk menghindari penggunaan antibiotik. Dampak penggunaan antibiotik sangat keras, bukan hanya keputihan tetapi juga bisa merusak organ-organ tubuh kita yang lain,” jelas perempuan murah senyum ini.

Secara umum, kita mengenal dua jenis keputihan, yakni keputihan patologis dan keputihan fisiologis. Keputihan Fisiologis sering terjadi saat perempuan memasuki masa subur, serta saat sesudah dan sebelum menstruasi. Pada kondisi-kondisi tersebut umumnya terdapat lendir yang berlebih. Ini, menurut Jeng Ana, merupakan kondisi normal.

“Biasanya keputihan jenis ini juga tidak menyebabkan rasa gatal serta tidak berbau. Ada beberapa ciri keputihan jenis ini, yakni cairannya encer, berwarna krem atau bening, tidak berbau, tidak gatal, dan jumlah cairannya juga sedikit,” jelasnya.

Sedangkan Keputihan Patologis inilah yang berbahaya. Mengapa? Karena, menurut Jeng Ana, jenis keputihan ini sudah termasuk jenis penyakit. Keputihan patologis terjadi lantaran adanya infeksi. “Pada wanita hamil, keputihan jenis ini berisiko terjadinya kelahiran premature, dan bayi pun akan turut terkena infeksi. Sedangkan bayi yang terinfeksi virus berisiko mengalami ganngguan pencernaan dan gangguan pernapasan, terjadinya kebutaan hingga bisa menyebabkan kematian,” ujarnya.

Keputihan patologis memiliki ciri-ceiri antara lain: cairannya kental,  warnanya putih seperti susu, atau berwarna kuning atau juga hijau, menimbulkan rasa gatal, baunya juga tidak sedap, jumlah cairannya banyak, dan terkadang menyisakan bercak pada celana dalam wanita.

Lantas bagaimana cara mengatasinya dengan cara alami, terutama dengan menggunakan ramuan herbal? Ikuti dan simak tips-tips dari Jeng Ana pada acara ‘Coffee Break’ di TVOne, Kamis (19/4) pukul 11.00 WIB. Selamat menyaksikan!


++++

Artikel terkait...