miom-710x150

Deddy bernafas lega setelah kombinasi penyakit kewanitaan yang diderita istrinya, Ida, akhirnya sembuh. Akibat penyakit kista, miom, endometriosis, adenomiosis, dan penyumbatan saluran tuba yang diderita istrinya selama 14 tahun, pasangan paruh baya ini belum juga dikaruniai keturunan.

“Kami sudah beribat secara medis berkali-kali tidak membuahkan hasil. Kami sempat putus asa dengan kondisi istri saya. Tetapi alhamdulillah rupanya Allah menunjukkan jalan sehingga kemudian kami berobat ke Jeng Ana,” terang Deddy ketika memberi kesaksian bersama Jeng Ana, di Jak TV, Minggu (7/4/2013).

Kondisi Ida saat ini memang sudah hampir sembuh. Meski kehamilan yang diidam-idamkan iu belum terjadi, namun penyakit-penyakit yang menjadi penghalang kehamilan Ida kini sudah hampir sembuh total. “Hanya tinggal miomnya saja yang tersisa sedikit, sudah jauh mengecil, tinggal 6 cm. Sedangkan penyakit yang lainnya sudah sembuh. Alhamdulillah,” tambah Ida.

Untuk memastikan kesembuhan tersebut, ida sudah melakukan pengecekan ke dokter dengan melakukan uji lab, USG. “Dokter yang memeriksa saya sampai heran ketika melihat hasil USG, karena penyakitnya sudah tidak ada,” ujar Ida.

Semula, sambung Deddy, dokter memang memvonis bahwa penyakit Ida sulit disembuhkan tanpa menjalani operasi. “Dokter juga mengharuskan kami untuk periksa 3 kali sebulan. Terlewat satu kali saja, kami harus mengulang dari awal lagi,” jelasnya.

Karena itu, pasangan Deddy-Ida benar-benar bersyukur dengan kondisinya yang mendekati sembuh saat ini. “Kami masih terus menjalani pengobatan di Jeng Ana karena sudah tidak sabar untuk bisa segera memiliki anak,” tambah Ida.

Jeng Ana pun menjelaskan bahwa kondisi Ida ketika pertama kali datang ke klinik memang sudah cukup parah. Dari hasil USG dan HSG-nya, kata Jeng Ana, terlihat jelas adanya begitu banyak penyakit. “Yang kami lakukan adalah pengobatan semua penyakit itu sekaligus. Dan sekarang yang tersisa tinggal mioma uteri masih harus dibersihkan,” tambah jeng Ana.

Bila nantinya mioma uteri sudah bersih dan dilakukan program penyuburan, kata Jeng Ana, insyaAllah harapan untuk hamil bisa terwujud. “Kebetulan saat ini kami baru fokus pada ibu, sedangkan untuk bapaknya belum,” jelas Jeng Ana.

Pemilik Klinik Herbal Jeng Ana ini pun berpesan kepada para kaum hawa agar rajin melakukan papsmear dan USG. “Termasuk kepada para pasien yang sudah sembuh agar secara berkala melakukan pemeriksaan itu. Ini penting untuk mendeteksi ada atau tidaknya penyakit seperti yang diderita Ibu Ida,” katanya.

Mengapa? Karena penyakit kewanitaan tersebut tidak bisa dideteksi tanpa melalui uji lab, USG/HSG. Inilah yang menyebabkan perempuan biasanya baru mengetahui kalau menderita miom, kista, dan sejenisnya ketika penyakit itu sudah parah. “Kalau kita rajin melakukan papsmear dan USG, insyaAllah penyakit bisa terdeteksi sejak dini, sehingga pengobatannya juga lebih mudah,” ujar Jeng Ana.

 


++++

Artikel terkait...